0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perusakan Rumah di Kentingan Baru, Aparat Diminta Tegas

Rumah warga Kentingan Baru, Jebres yang rusak akibat diobrak-abrik puluhan preman bermotor. (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Terjadinya perusakan puluhan rumah di Kentingan Baru, Jebres akhir pekan lalu mendapat sorotan kalangan DPRD Solo. Aparat diminta bertindak tegas atas kejadian tersebut.

Wakil Ketua DPRD Solo, Muhammad Rodhi mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya aksi perusakan tersebut. Menurutnya, tindakan persuasif harusnya lebih dikedepankan dibanding tindakan kekerasan.

“Aksi premanisme seharusnya ditindak. Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Aparat harusnya bisa melakukan sosialisasi yang adil sehingga tidak ada intimidasi kepada masyarakat. Soal salah benar siapa yang menempati tanah di sana itu soal lain,” katanya kepada Timlo.net, Senin (24/6) di DPRD Solo.

Menurutnya, upaya negosiasi penyelesaian sengketa di Kentingan Baru masih bisa dimungkinkan. Terkait persoalan siapa pemilik tanah yang sah, hal itu dapat diketahui dengan merunut data yang ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Jadi tidak hanya menindaklanjuti data-data yang hanya di media. Tetapi, data di BPN bisa dirunut lagi siapa sebenarnya pemilik tanah itu. Selama ini kan untuk persoalan tanah data yang cukup lengkap itu ya di BPN,” urai dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Supriyanto meminta adanya penegakan hukum secara benar dan menyayangkan perusakan tersebut.

“Kami sayangkan tindakan main hakim sendiri, walaupun masyarakat yang menempati Kentingan Baru. Jangan main hakim sendiri, serahkan ke kepolisian,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge