0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Deklarasi Cegah HIV/AIDS, Dasiat Bakar Suntikan Raksasa

Sejumlah Pemuda Siaga Sehat (Dasiat) Sukoharjo membakar suntikan raksasa saat deklarasi sekaligus pencegahan HIV/AIDS (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo —  Untuk menekan naiknya angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo, Pemuda Siaga Sehat (Dasiat) yang merupakan organisasi pemuda binaan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, menggelar deklarasi dan penyuluhan bahaya HIV/AIDS, di SMAN 1 Sukoharjo, Jumat (24/5).

Dalam deklarasi tersebut, Dasiat membakar suntikan raksasa sebagai simbol dileburkannya aktivitas penggunaan Narkoba, yang menjadi salah satu penyebab penularan virus HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Sukoharjo, dr Guntur Subiyantoro menjelaskan, deklarasi Dasiat tersebut sebagai implementasi pencegahan penularan virus HIV/AIDS. Mereka menggelar penyuluhan singkat melalui dinamika kelompok dan drama, serta memberikan pernyataan sikap tidak akan menggunakan Narkoba dan melakukan seks bebas. Mereka juga mengajak untuk tidak diskriminatif kepada pengidap HIV/AIDS.

“Intinya kita kampanyekan jauhi Narkoba dan seks bebas. Juga untuk tidak diskriminatif kepada pengidap HIV/AIDS. Jauhi virusnya bukan orangnya. Kegiatannya berupa deklarasi, penyuluhan dan pernyataan sikap,” ujar Guntur.

Dijelaskan, selama ini dalam basis pembangunan kesehatan cara yang paling efektif adalah melalui program pemberdayaan. Adanya peluang para pemuda inilah, pihaknya merekrut mereka dan mengikutkan untuk andil dalam sosialisasi. Terbukti selama berjalannya program pemberdayaan tersebut hasilnya cukup bagus.

“Kita menangkap, jika untuk kesuksesan pangsa pasar di dalam pemberdayaan adalah komponen kekuatan pemuda. Maka kita libatkan mereka dalam program pemuda dasiat, atau pemuda siaga sehat. Hasilnya sudah didapatkan cukup bagus,” imbuhnya.

Sampai tahun 2013 ini, diketahui penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo sekitar 140 orang. Dari jumlah tersebut, di antaranya sudah meninggal dunia. Sementara yang masih hidup ada sekitar 75 orang. Data jumlah penderita tersebut belum semuanya terkaver. Pasalnya masih ada penderita yang enggan bergabung ke LSM ODHA Teman Sebaya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge