0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sragen Ingin Bebas dari Premanisme dan Terorisme

Wakil Bupati Sragen, Daryanto (kiri) dan Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi (kanan). (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Wakil Bupati Sragen Daryanto dan Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi mempunyai pemahaman yang sama bahwa Bumi Sukowati harus dibebaskan dari aksi premanisme dan terorisme.

Ketika ditemui Timlo.net usai mengadakan rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) dan tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas), keduanya menyatakan, untuk memerangi terorisme di Sragen harus diperlukan kerja sama antara semua pihak.

Daryanto mengatakan, gejala premanisme memerlukan kewaspadaan semua pihak baik Polri, TNI, pemerintah daerah dan toga-tomas. untuk itu diperlukan keterpaduan semua stakeholder tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya (tupoksi) masing-masing. Jika semua itu berjalan maka, kata Daryanto, proses pembangunan di Kabupaten Sragen juga akan berjalan lancar.

“Apa yang dilakukan Kapolres untuk mengadakan rapat koordinasi seperti ini adalah salah satu ikhtiar yang tidak akan pernah putus, agar masyarakat Sragen ini tetap kondusif dan aman sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Sementara itu Kapolres AKBP Susetio Cahyadi, secara tegas menyatakan akan mendukung Pemkab Sragen seratus persen untuk tetap menjain kerja sama dalam menangani masalah keamanan, termasuk premanisme dan terorisme. “Polres itu mendukung pemerintah daerah seratus persen, seperti yang dikatakan Pak Wabup (Daryanto), sesuatu yang dinamis itu harus dilakukan secara komprehensif dan simultan,” katanya kepada timlo.net.

Kapolres menjelaskan, apa yang dilakukan Polres Sragen bukan merupakan penegasan terhadap deklarasi anti premanisme dan terorisme yang dilakukan sekitar setahun lalu. Akan tetapi untuk menyikapi dinamisasi yang terjadi di antara stakeholder.

“Awalnya sudah ada deklarasi. Sekarang tinggal mengimplementasi. Saya selalu mengingatkan semua stakekholder agar di Sragen tidak terjadi seperti apa yang ada di daerah lain,” ujarnya.

Ditambahkan, dari 35 Polres yang ada di Jawa Tengah, hanya Polres Sragen yang telah membuat inisiatif pertama untuk membebaskan Sragen dari ancaman terorisme. Namun demikian dia menyadari Polres tidak akan berjalan sendiri tanpa bantuan pihak lain.

“Tetapi Polres tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa ada bantuan stakeholder yang lain, tidak mungkin mampu,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge