0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan Warga Lereng Merapi Masih Mengungsi

Gunung Merapi Waspada, warga Dusun Stabelan melihat pijar api (foto: Nanin)

Timlo.net – Puluhan warga kelompok rentan di lereng Gunung Merapi, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta masih bertahan di pengungsian. Hingga Sabtu (26/5) sore mereka masih berada di Balai Desa Glagaharjo.

“Hingga sore ini pukul 16.00 WIB warga yang masih bertahan di titik kumpul Desa Glagaharjo sebanyak 55 jiwa terdiri dari balita, anak-anak, dewasa (orang tua), dan lansia,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan.

Menurut dia, hasil pantauan visual Gunung Merapi melalui pengamatan langsung maupun “CCTV” dalam kondisi berkabut.

“Pantauan seismik Gunung Merapi dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB Gunung Merapi landai. Sedangkan status Merapi masih waspada atau level 2,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan pendampingan di sekolah dengan membawa armada evakuasi di SD Kaliurang 2, SD Srunen, SD Kepuharjo, SD Umbulharjo, SD Glagaharjo.

“Personel yang terlibat di antaranya dari TRC BPBD Sleman, TNI, Polisi, Satpol PP, SAR Satlinmas, SAR DIY, SAR MTA, Djiephatsong, Relsend dan Tuas. Mulai pukul 10.00 WIB ujian kenaikan kelas (UKK) sudah selesai dan siswa sudah dijemput oleh orangtua/ wali siswa,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk kegiatan patroli kawasan wisata di lereng Merapi asil pantauan di Bunker Kaliadem, Kepuharjo ada wisatawan asing yang diantar jeep wisata dan sudah diarahkan untuk tidak berlama lama.

“Saat ini sebagian warung di kawasan bunker Kaliadem sudah mulai dikosongkan,” ucapnya.

Sementara pantauan di Kaliurang ada satu bis wisata diarahkan untuk turun karena kawasan wisata Kaliurang ditutup.

“Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Merapi Landmark sepi pengunjung. Di Kinahrejo (bekas rumah Mbah Maridjan) juga sepi pengunjung,” katanya.

Sedangkan untuk pantauan situasi penambangan di Sungai Gendol pada pukul 10.00 WIB masih terpantau adanya penambangan lewat Kopeng, Kepuharjo. Untuk portal masuk lewat Srunen sudah ditutup dan untuk alat berat berhenti beroperasi semua, imbuhnya.

Makwan mengatakan, droping Logistik bersama Dinsos dan Baznas Kabupaten Sleman ke titik kumpul warga di Balai Desa Glagaharjo dan rumah Heru Susanto (Tritis).

“‘Droping’ logistik ini berupa gula, teh poci, kopi, telur, beras, biskuit, mi instan,” tambahnya.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge