0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mahasiswa UAD Kembangkan Prototipe Drone Pemadam Kebakaran

Timlo.net – Kemenristekdikti menyetujui Proposal mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Terdiri dari tiga mahasiswa, mereka mencoba membuat prototipe pesawat tanpa awak atau drone yang difungsikan membantu pemadam kebakaran untuk memadamkan api dalam skala kecil maupun besar pada saat terjadi kebakaran, dengan cara menebarkan dry chemical powder pada lahan yang terbakar.

Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran (PROPEDER).

Menurut ketua tim, Rochmat Diantoro, gagasan untuk membuat Propeder dilatarbelakangi oleh masalah kebakaran yang sering terjadi di Indonesia, khususnya kebakaran dalam skala besar seperti kebakaran hutan.

“Kebakaran sering terjadi di Indonesia, terutama kebakaran dalam skala besar seperti kebakaran hutan. Pemadaman kebakaran biasanya kurang efektif karena memakan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit seperti, apabila dilakukan pemadaman melalui jalur udara menggunakan pesawat, dibutuhkan pilot yang ahli dan bahan bakar yang tidak sedikit, serta apabila dilakukan melalui jalur darat menggunakan pemadam kebakaran akan sangat sulit untuk menjangkau lokasi kebakaran,” terang Rochmat, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Sabtu (26/5).

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar terjadi pada tahun 2015 di Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan analisis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan (BNPB), hutan serta lahan seluas 2,6 juta hektar terbakar antara bulan juni hingga oktober 2015.

Kebakaran hutan dan lahan paling luas terjadi di Sumatera dengan 832.999 Ha, disusul oleh Kalimantan dengan 806.817 Ha serta Papua dengan 353.191 Ha. Presiden mengungkapakan kerugian akibat kebakaran hutan mencapai Rp 220 triliun.

“Karena kerugian dari kebakaran hutan sangat serius maka diperlukan upaya penanggulangan yang efektif dan cepat tanpa membutuhkan biaya yang banyak serta dapat mengurangi resiko bahaya keselamatan pemadam kebarakan, maka kami menggunakan bahan kimia yang dapat memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan yaitu dry chemical powder” kata salah satu anggota Tim, Muhammad Hamam Iqbal.

Dia menjelaskan, Dry chemical powder ramah lingkungan untuk digunakan, karena bahan ini tidak beracun, tidak berbahaya bagi tumbuhan, hewan dan terutama manusia. Bahan ini juga tidak menghantarkan listrik dan dapat menahan radiasi panas.

Menurutnya, Propeder akan membantu mempercepat dan mempermudah pemadam kebakaran dalam upaya pemadaman kebakaran. Selain itu, waktu, keselamatan dan biaya jadi lebih efisien karena pemadam kebakaran tidak perlu terjun langsung ke dalam titik api melainkan hanya dengan mengoperasikan Propeder dalam jarak jauh, sehingga dapat menghindari resiko keselamatan yang mungkin terjadi. Serta biaya lebih efisien karena tidak perlu menggunakan bahan bakar seperti untuk helikopter/pesawat.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge