0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ada Obat Keras di Lapak Pedagang Bumbu Dapur

Petugas menyegel bahan tambahan makanan kedaluwarsa (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Tim sidak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar terhenyak mendapati penjualan obat farmasi di lapak penjualan bumbu dapur Pasar Jungke, Kamis (24/5). Selain itu, sampel bahan makanan diduga berpengawet dan berpewarna sintetis menunjuklan hasil positif.

“Saat memeriksa dagangan di salah satu warung di Pasar Nglano, kami terkejut. Kok ada obat keras dijual bebas di sana. Itu obat minum antibiotik yang biasanya dijual di apotek. Beli nya pun harus dengan resep dokter,” kata Sekretaris DKK, Fatkhul Munir kepada Timlo.net.

Dari penjual, petugas DKK mendapat informasi obat tersebut titipan agen yang biasanya mengirim stok dagangan bumbu instan dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya. Pedagang tersebut mengaku beberapa obat farmasi itu terjual ke konsumen. Ia mengaku pembeliannya harus beresep dokter.

Kemudian petugas beralih memeriksa bahan makanan UKM. Dari 15 sampel makanan, lima diantaranya positif mengandung zat pewarna dan pengawet berbahaya. Bahan makanan jenis ini biasanya untuk membuat es buah. Ada pula untuk lauk seperti tahu.

“Kami minta lurah pasar lebih perhatian ke pedagang. Membina mereka. Sebab jika terus dibiarkan menjual makanan berbahaya itu, konsumen yang dirugikan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge