0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemecahan Dapil, Partai Siap Berebut Kursi DPRD Provinsi

Wakil Bendahara Umum DPP-PKS, Abdul Kharis Almasyhari (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kontestasi politik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat Provinsi membutuhkan strategi yang baru. Dimana dulunya Solo bersama dengan Klaten, Sukoharjo dan Boyolali yang ikut daerah pemilihan (dapil) V, kini dipecah. Terpisahnya Boyolali dari dapil V tentunya membuat pemetaan politik menjadi berbeda.

“Tidak masalah, untuk Dapil V kami targetkan satu kursi. Dapil VII juga ditargetkan satu kursi. Sedangkan, untuk wakil di DPR-RI tetap sama seperti pemilu sebelumnya, yakni satu kursi,” terang Wakil Bendahara Umum DPP-PKS, Abdul Kharis Almasyhari kepada wartawan, Kamis (24/5) petang.

Menurutnya, dengan kebijakan baru untuk pemilihan legislatif DPRD tingkat I tidak banyak berpengaruh. Pasalnya selama ini PKS hanya menargetkan satu kursi dari Dapil V. Dengan dipecahnya Dapil V, tentunya bukan persoalan besar, apalagi ketika nantinya Boyolali dipecah dan masuk ke dapil baru bersama dengan kabupaten Magelang dan kota Magelang.

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan Tantowi Jauhari mengatakan, telah mempersiapkan matang menyongsong Pileg 2019 mendatang. Mengingat perubahan peta perpolitikan karena saat ini Solo bersama dengan Sukoharjo dan Klaten masuk ke dalam dapil VII.

“Kita targetkan minimal satu kursi dari Dapil VII untuk DPRD Provinsi dari 10 kursi yang diperebutkan,” kata Tantowi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge