0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Desa Paseduluran Merapi Diminta Perbarui Data Kependudukan

Kalakhar BPBD Jateng Sarwa Pramana (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (BPBD Jateng) meminta desa- desa yang tergabung dalam Desa Paseduluran atau Sister Village untuk memperbarui data kependudukan. Khususnya bagi warga 3 kabupaten yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

“Desa Paseduluran telah terjalin di Klaten, Magelang, dan Boyolali. Yang menjadi penting, update keluarga harus dibenahi,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng Sarwa Pramana, Kamis (24/5).

Langkah tersebut sebagai antisipasi jika erupsi Gunung Merapi terjadi sewaktu-waktu. Sehingga ketika warga di kawasan rawan bencana (KRB) III dievakuasi dapat tercatat dan diketahui keberadaannya.

“Saya kuatir data lama yang masih digunakan. Barangkali sekarang sudah ada warganya yang tidak lagi berdomisili, namun masih tercatat dan belum diupdate,” ujar Sarwa, saat ditemui di Markas PMI Klaten.

Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan masing-masing BPBD di Klaten, Magelang, dan Boyolali terkait kondisi Merapi. Mengingat status Merapi masih waspada, Sarwa berharap update data Kependudukan segera dilakukan.

“Supaya tidak terjaga miss informasi, Pak RT agar bisa membuat grup WhatsApp (WA) dengan kepala desa masing-masing, bagaimana kondisi terkini warganya. Apakah masih berdomisili di RT bersangkutan,” ucapnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge