0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puncak Merapi Bergemuruh, Ratusan Warga Mengungsi

(Ilustrasi Gunung Merapi Nanin)

Boyolali – Puluhan warga Dusun Setabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali mengungsi menjauh dari dusun mereka yang hanya terletak 3 km dari puncak Gunung Merapi. Kepanikan yang juga terjadi di lereng-lereng Merapi di wilayah Kabupaten Klaten dan Sleman, terjadi akibat letusan freatik yang cukup keras, Senin (21/5) sore pukul 17.05.

Petugas piket Pos Badan SAR nasional (Basarnas) di Solo, Gohan Wijayana membenarkan terjadinya pengungsian tersebut.

“Kami memantau, ada pengungsian dari kawasan radius 4-6 km dari puncak. Penyebabnya, karena warga cemas mendengar suara bergemuruh dari puncak. Memang dari pagi terjadi beberapa kali letusan freatik yang menimbulkan hujan abu,” ujarnya.

Pengungsian yang terpantau, terjadi di Kecamatan Kemalang, Klaten dan di wilayah Sleman. Namun, malam ini banyak warga yang kembali pulang, karena ada informasi bahwa Merapi dalam kondisi normal.

Meski demikian, Gohan menyebut pihaknya meningkatkan kesiagaan, karena ada informasi adanya pergerakan magma dalam tiga kali letusan yang terjadi hari ini.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, meningkat sejak terjadinya letusan freatik tanggal 11 Mei lalu. Hari ini terjadi tiga kali letusan yakni pukul 01.25, pukul 09.28 dan pukul 17.05.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge