0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Di-PHP Pemerintah Pusat, Pemkot Anggarkan Biaya Pembangunan Klewer Timur dari APBD

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagyo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemerintah Kota Solo akan mengalokasikan biaya pembangunan Pasar Klewer Timur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keputusan tersebut diambil lantaran hingga saat ini janji Pemerintah Pusat untuk membiayai proyek tersebut tak kunjung menemui kejelasan.

“Ini sedang kita susun. Rencananya revisi DED (Detailed Engineering Design) kita ajukan di APBD Perubahan 2018. Pembangunannya di APBD 2019,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagio, Senin (21/5).

Diakui, dengan adanya perubahan tersebut Pemkot terpaksa mengubah desain Pasar Klewer Timur. Menurut DED yang sudah disusun tahun 2015 lalu, sisi Timur Klewer dibangun dengan lantai basement, semi basement, ditambah bagian atas yang berfungsi sebagai hall. Dengan desain tersebut, Klewer Timur diperkirakan menelan dana Rp 58 Miliar.

“Dengan pembiayaan mandiri, tentu kemampuan anggaran kita tidak akan cukup. Makanya harus ada revisi desain,” kata dia.

Menurut Walikota Solo, Pembangunan Pasar Klewer Timur dapat dilaksanakan biaya Rp 18 Miliar. Namun dengan dana tersebut, Pemkot harus menyesuaikan desain.

“Kalau segitu ya tidak bisa pakai basement,” kata Rudy.

Ia menerangkan Pemkot Solo terpaksa mengambil inisiatif mencari pembiayaan mandiri lantaran Pemerintah Pusat tak kunjung memberi kepastian terkait dana pembangunan Klewer Timur. Padahal para pedagang sudah terlanjur dipindahkan ke pasar darurat setelah bangunan pasar dibongkar akhir tahun lalu.

“Kita berani membongkar kan karena Pemerintah Pusat menjanjikan mau membiayai. Kalau tidak dijanjikan ya tidak mungkin kita bongkar,” kata dia.

Alternatif lain, Rudy juga mempertimbangkan untuk mengupayakan dana pembangunan Pasar Klewer melalui dana pinjaman. Skema tersebut pernah dilakukan Pemkot saat membangun Rumah Sakit Umum Daerah Ngipang lewat dana pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge