0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anak Sapi Berkepala Dua Gegerkan Wonogiri

Anak sapi berkepala dua di Kecamaran Eromoko,Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Warga Dusun Sidowayah Kulon RT2/RW5 Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri dihebohkan dengan kelahiran anak sapi berkepala dua, Minggu (20/5). Hewan itu mempunyai empat mata, empat lubang hidung, dan dua mulut. Namun dua mata di bagian tengah hampir menyatu karena kedua kepalanya tidak terpisah sempurna.

“(Lahir) Kemarin (Minggu) sekitar pukul 07.00 WIB. Sapi yang terlahir dengan keanehan fisik milik Saidno (36) warga setempat,” ungkap Kepala Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Eko Supriyanto saat dikonfirmasi Timlo.net, Senin (21/5).

Kabar adanya anak sapi berkepala dua itu, menurut Kade,s langsung membuat geger warga sekitar. Bahkan, warga dari tetangga desa berbondong-bondong ingin menyaksikan dari dekat fenomena langka tersebut.

“Tapi anak sapi itu belum bisa bergerak ataupun berdiri. Kemungkinan karena kepalanya dua. Bahkan belum bisa nyusu, maka kemarin saya anjurkan untuk dikasih susu formula sapi,” kata dia.

Kades juga meminta agar anak sapi langka itu dipelihara secara layak. Bahkan, di kandang sapi itu dipasangi lampu penerangan.

“Selain itu, saya memerintahkan karang taruna untuk mengatur parkir kendaraan pengunjung,ya sakadar membantu membeli susu untuk anak sapi itu,” bebernya.

Sang pemilik sapi aneh, Saidno, saat dikonfirmasi mengatakan, induk sapi tersebut sudah lima kali ini melahirkan. Dengan proses awal pembuahan yaitu imseminasi buatan atau kawin suntik. Sebelumnya dia hanya mempunyai dua ekor induk sapi. Salah satu induk sapi kemudian menjalani kawin suntik tanggal 17 Agustus 2017 lalu.

Saidno menuturkan, proses persalinannya normal, namun sang induk terlihat kesulitan melahirkan anaknya. Pasalnya, ukuran kepala anak sapi berkepala dua itu terlalu besar, sehingga pemilik harus membantu menariknya ke luar dari perut sang induk.

“Kalau normal, masa kehamilan sapi berlangsung selama sembilan bulan 16 hari. Tapi sapi saya hanya sembilan bulan dua hari,” tuturnya.

Selama masa kehamilan sapinya itu, dia tidak melihat tanda-tanda keanehan pada induk sapi. Dia ingin memelihara anak sapi berkepala dua itu. Adapun perawatannya diserahkan kepada Kadino, tetangganya yang sudah mahir merawat sapi.

 “Perawatannya saya serahkan ke Pak Kadino, soalnya saya mau memegang tidak tega,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge