0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tanggulangi Kekeringan, PDAM Terapkan Tarif Khusus

Direktur PDAM Giri Tirta Sari, Wonogiri, Sumarjo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Upaya pemerintah dalam penanggulangan kekeringan di Wonogiri selatan mulai dapat dirasakan masyarakat. Seperti di Desa Gambirmanis dan Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, dimana wilayah itu kini sudah dapat teraliri jaringan air bersih yang dikelola oleh PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri. Bahkan, untuk memantik animo masyarakat dari pihak pengelola sendiri memberlakukan program tarif  khusus untuk sambungan rumah (SR) di dua desa tersebut.

“Tapi, saat ini baru dalam tahap pendaftaran. Karena kita baru melakukan sosialisasi dua pekan lalu. Yang jelas, untuk sementara yang kita layani di pinggir-pinggir jalan atau dekat dengan jaringan pipa utama,” ungkap Direktur Utama PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri, Sumarjo, Jumat (18/5).

Menurut dia, sampai saat ini jumlah warga di dua desa yang sudah mendaftar kurang lebih 300 KK. Ia juga mengatakan, jika suplai air bersih di dua itu memanfaatkan sumber air Seropan, Gunungkidul (DIY).

“Kita adakan tarif khusus per sambungan rumah (SR) baru Rp 900 ribu. Dengan hitungan permeter kubiknya Rp 9000, karena sumber air dari sumber Seropan,Gunung Kidul,” ujarnya.

Dikatakan, setelah proses pendaftaran rampung, pihaknya masih akan melakukan survei lokasi. Setelah semua tahapan selesai,warga melengkapi tahap adiministrasi guna sambungan rumah .Ia juga menyebut, jika saat ini pipa jaringan utama sudah teraliri air besih.

“Tahap survei lokasi atau nggambar denah lokasi itu perlu. Karena ini berkaitan dengan letak pipa jaringan SR dan juga penempatan meteran air. Selain itu  untuk memastikan apakah letak SR apakah benar dekat dengan jaringan utama atau tidaknya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah menjelang Lebaran tahun ini semua masyarakat di dua desa itu sudah dapat menikmati PDAM? Sumarjo menyatakan, hal ini tergantung dengan animo masyarakat sendiri.Secara prinsip pihaknya siap melayani masyarakat di kecamatan tersebut yang selama ini mengandalkan tampungan air hujan, telaga dan juga bantuan droping air bersih dari dermawan untuk mencukupi kebutuhan mereka selama musim kemarau.

“Tidak dioglang, air akan mengalir tetap mengalir takpeduli itu musim kemarau atau musim penghujan,” bebernya.

Camat Pracimantoro Warsito, baru-baru ini mengatakan, sejumlah telaga di wilayahnya mulai mengering. Namun khusus dua desa yaitu Desa Gambirmanis sebanyak 250 KK dan Desa Watangrejo sekitar 200 KK bakal menikmati aliran air bersih PDAM yang memanfaatkan sumber air Seropan, Gunungkidul.

“Ini sebagai bukti bahwa Pak Bupati Joko Sutopo serius dalam memberikan perhatiannya, khususnya dalam hal bencana alam kekeringan di Pracimantoro dan juga sebagai bentuk solusi permanen,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge