0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Coba Lecehkan Wanita, Dua Pria Ini Malah Dihajar Sang Korban

Kelly Souter. (metro.co.uk)

Timlo.net—Seorang wanita merasa lega setelah dua pria yang mengikutinya dan berusaha melecehkannya dipenjara. Wanita bernama Kelly Soutar, 29, bersaksi di pengadilan tentang peristiwa itu. Saat itu, dua pelaku Shehab Smekramuddin dan Mohammad Islam mengikutinya saat dia keluar dari klub Forfar menuju rumahnya di Angus, Skotlandia. Keduanya lantas mencoba menyerang dan melecehkannya.

Tapi dua pria ini memilih korban yang salah. Kelly adalah pemegang sabuk coklat karate. Berkat latihan bela dirinya, Kelly bisa melumpuhkan kedua pelaku. “Dia mengakui dia meninju salah salah seorang pria—menendangnya di buah kemaluan,” ujar jaksa penuntut Eilidh Robertson dalam sidang di Dundee Sheriff Court.

Keduanya yang ternyata adalah imigran gelap, dipenjara masing-masing tiga tahun. Mereka sekarang terancam deportasi ke negara asal mereka, Bangladesh saat hukuman penjara mereka berakhir.

Berbicara di luar pengadilan, Kelly berharap ceritanya akan mendorong wanita lain belajar ilmu bela diri untuk melindungi diri, tulis Metro.co.uk, Kamis (17/5). “Saya memakai hoodie dari klub karate saya waktu itu—jadi bukan saya yang memicu kejadian itu! Saya senang semuanya berakhir dan puas mereka dihukum dan tidak bebas begitu saja. Saya benar-benar merasa lega mengetahui mereka tidak akan bisa melakukannya kepada orang lain di negara ini,” terangnya.

Kelly akan berkompetisi di WUKF World Karate Championships di Dundee bulan depan. Di amenambahkan,” Ada banyak orang bertanya soal kelas karate yang saya ikuti dan akan ikut kelas bela diri dan apakah itu berguna. Kejadian ini meningkatkan pemahaman yang adalah yang paling penting dan saya pikir kelas bela diri sesuatu yang layak diikuti. Bahkan sekalipun itu sekedar untuk meningkatkan rasa percaya diri.”

Dalam sidang terungkap kedua pelaku berdiri di luar the Royal di pusat kota Forfar memandangi Kelly selama beberapa waktu sebelum wanita itu pulang. Rekaman CCTV diputar dalam sidang menunjukkan Kelly berjalan pulang diikuti dua pria. Awalnya dia berpikir keduanya menyerah dan menghilang. Tapi keduanya muncul kembali 20 menit kemudian.

Mohammad, 28, mendekati wanita itu saat ketiganya mencapai sebuah taman di dekat rumah Kelly. Sementara Shehab, 59, meloncat dari tembok dan menangkap Kelly. “Yang lebih muda mendekati saya dan saya menendangnya di kemaluan. Saat dia mencoba mendekati saya lagi, saya meninjunya di wajah. Pada waktu itu, pria yang memegangku mendorongku ke tanah jadi saya berbaring tengkurap dan yang lain mendekat dan bernafas di dekat kepala saya. Saya mengangkat kepala saya. Saya tidak tahu yang mana yang menindih saya tapi saya berontak,” terang Kelly.

“Kami sudah dilatih bela diri di kelas, terutama jika Anda berbaring di tanah. Memori otot mengambil alih dan tubuh saya bereaksi sendiri. Saya berhasil melepaskan diri dari pria yang menindih saya dan begitu dia kehilangan keseimbangan saya mendorongnya dan lari,” lanjut wanita itu.

Kelly lari ke rumah temannya setelah serangan itu yang terjadi pada September 2017. Walaupun berhasil lolos, perasaan Kelly campur aduk dan dia menelepon polisi setelah itu. Dalam pengadilan, dia mengungkapkan jika dia menderita serangan panik dan merasa takut keluar rumah sendiri semenjak itu.

Setelah sidang selama tiga hari, juri menentukan kedua pria bersalah atas tuduhan penyerangan. Tapi tuduhan percobaan perkosaan terhadap Kelly dihapus. Pengacara keduanya menyatakan jika dua pria itu meninggalkan Bangladesh sebagai pengungsi politis dan sudah tinggal di the UK bertahun-tahun. Keduanya bekerja di sebuah restoran India di Forfar.

“Dalam sidang saya mendengar sang korban—wanita muda yang kalian serang—memberikan bukti dan telah melihat efek perilaku kalian padanya. Jelas jika juri yakin jika kalian menyerang wanita muda ini, yang diikuti dan lalu diserang dalam perjalanan pulang setelah keluar malam,” ujar Sheriff Linda Smith.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge