0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini 7 Rumah Sakit Korban Pungli Campursari 100 Jam

Polisi amankan sejumlah barang bukti penipuan (Pungli) di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sedikitnya tujuh rumah sakit (RS) di Wonogiri menjadi korban penggalangan dana liar (Pungli) even campursari 100 jam nonstop yang dilakukan tiga tersangka yang mengatasnamakan panitia penyelenggara atau even organizer (EO). Tiga tersangka tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri.

“Untuk besaran pungutan liar itu bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta,” papar Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Muhamad Kariri mewakili Kapolres AKBP Robertho Pardede, Jumat (27/4).

Dijelaskan, tujuh rumah sakit dan klinik yang menjadi korban salah satu oknum EO tersebut adalah RS Mulia Hati sebesar Rp 300 ribu, RS PKU Muhammadiyah Nambangan, Selogiri Rp 500 ribu, Klinik Gazanda Baturetno Rp 300 ribu, PKU Muhammadiyah Baturetno Rp 500 ribu, RSUD Sudiran Mangun Soemarso Wonogiri Rp 1 juta, RS Medika Mulia Rp 500 ribu, dan RS Marga Husada Rp 1 juta.

“Jadi para tersangka ini modusnya meminta atau melakukan penggalangan dana atas nama EO untuk kegiatan pentas budaya campursari 100 jam nonstop. Bahkan saat melancarkan aksinya mereka juga membawa proposal dan kwitansi yang ada stempel panitia penyelenggara,” tuturnya.

Sementara itu, ketiga tersangka yang sudah diamankan diantaranya DA (50) warga Tankluk RT14/RW8, Desa Jatiharjo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar; SM (46) warga Tegal Konas RT1/RW7 Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, dan WD (58) warga  Tegal Konas RT1/RW7 Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge