0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BI Masifkan Sosialisasi Ekonomi Syariah

Sosialisasi ekonomi syariah yang dilakukan oleh BI (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Bank Indonesia adakan sosialisasi ekonomi syariah secara serentak di empat kota di Jawa Tengah, Kamis (26/4). Melalui sosialisasi dan edukasi itu, diharapkan mampu menggaungkan kembali konsep ekonomi syariah di Indonesia.

“Acara sosialisasi yang kita lakukan hari ini serentak dilakukan di empat kota. Yaitu Solo, Semarang, Purwokerto dan Tegal,” kata Deputi Kepala Perwakilan (KPw) BI Solo Taufik Amrozy kepada wartawan.

Untuk Solo sendiri, kegiatan syiar ekonomi syariah itu dilakukan di dua tempat. Yakni PPMI Assalaam dan di Sragen. Dalam kegiatan itu animo peserta yang terlibat, diakuinya cukup tinggi. Pasalnya dari target sekitar 1.000 peserta, namun realisasinya justru lebih dari itu.

“Syiar ini bertujuan untuk menggaungkan kembali konsep ekonomi syariah. Karena dengan jumlah penduduk muslim terbesar, Indonesia harusnya bukan hanya menjadi pasar. Tapi harus produsen, karena memiliki potensi yang luar biasa,” jelasnya.

Ekonomi syariah, lanjut dia, bukan hanya berbicara soal perbankan maupun lembaga keuangan tapi juga produk makanan, kosmetik dan sebagainya. Dimana cara pembuatannya harus memenuhi unsur syari.

Selama ini, karena kecenderungan masyarakat Indonesia masih belum terlalu familiar dengan konsep ekonomi syariah. Ternyata justru sering dijadikan pasar oleh negara lain. Ironinya, negara yang menawarkan produk dengan konsep ekonomi syariah itu, kebanyakan jumlah umat muslimnya justru minoritas. Misalnya saja untuk produk makanan halal, selama ini justru banyak dipasok dari Australia, pakaian dari Tiongkok dan lembaga keuangan syariah pusatnya di London.

“Karena itu,  BI berharap dengan adanya penguatan mengenai tingkat literasi tentang ekonomi syariah, masyarakat Indonesia bisa semakin sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Uripto M Yunus dalam kesempatan yang sama menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ekonomi syariah yang dilakukan BI. Pasalnya, sebagai umat muslim sudah seharusnya mengetahui produk ekonomi syariah.

“Makanya anak-anak yang terlibat jadi peserta ini harusnya bisa lebih terbuka dan menyadari, bahwa ekonomi syariah tidak hanya soal perbankan tapi juga produk lainnya, ” tandas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge