0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BSM Fokus Bidik Segmen Ritel

Area Manager PT Bank Syariah Mandiri Solo, Zulfikar (timlo.net/setyo pujis)

Solo — PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Solo fokus untuk menggarap segmen ritel. Ada beragam produk yang ditawarkan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, mulai tabungan haji dan umroh, gadai emas, pembiayaan kepemilikan rumah (BSM Griya), pembiayaan kendaraan bermotor (BSM Oto) maupun yang lainnya.

“Contohnya Cicil Emas, produk ini merupakan salah satu alternative investasi yang menguntungkan bagi masyarakat. Jargon kami adalah membeli masa depan dengan harga saat ini” kata Area Manager PT Bank Syariah Mandiri Solo, Zulfikar kepada wartawan, Kamis (26/4).

Bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat untuk pendidikan anak, rumah tangga, pengobatan atau usaha, lanjut dia, Gadai Emas adalah solusinya. Dengan kemudahan proses, kecepatan layanan dan biaya gadai serta biaya titip yang ringan Mandiri Syariah menyediakan layanan Gadai di hampir seluruh outlet di Indonesia.

“Alhamdullilah, pertumbuhan produk Gadai dan Cicil Emas kami cukup baik yaitu tumbuh sebesar 6,1 persen, yaitu dari Rp 38,5 Miliar pada posisi Desember 2017 menjadi Rp 40,8 Miliar per Maret 2018,” tambahnya.

Selain Cicil Emas dan layanan Gadai Emas, Mandiri Syariah juga tawarkan solusi kepemilikan rumah berdasar prinsip syariah (BSM Griya) dengan kelebihan besar angsuran tetap sesuai perikatan murabahah.

“Jadi tidak akan ada gejolak angsuran. Sesuai ketentuan syariah, bank tidak boleh mengubah yang sudah diperjanjikan di awal. Insya Allah ini lebih aman dan nyaman untuk nasabah,” jelasnya.

Adapun untuk pembiyaaan bermotor Mandiri Syariah bekerjasama dengan anak usaha Bank Mandiri lainnya yakni Mandiri Tunas Finance. Kerja sama dengan multifinance membuat  proses pembiayaan kendaraan bermotor lebih cepat dan simple. Margin yang ditawarkan pun kompetitif.

Sementara itu dari sisi kinerja, diterangkan dia hingga Maret 2018 dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Mandiri Syariah Solo mencapai Rp1,5 Triliun atau tumbuh 10,8 persen dibanding posisi Desember 2017 yang hanya sebesar Rp1,4 Triliun.

Adapun total asset per Maret  2018 sebesar Rp2,1 Triliun.

“Jika dilihat dari total nasabah, sampai dengan saat ini kita memiliki nasabah berdasarkan jumlah rekening sebesar 193 ribu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge