0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Santunan Pindah Warga Bantaran Rel KA Tak Bisa Ditawar

Karanganyar – Tim terpadu penyediaan tanah untuk proyek rel ganda KA Solo Balapan-Kedungbanteng dan Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo menegaskan tidak ada mekanisme tawar menawar apalagi menggugat pemerintah apabila warga menolak besaran santunan pindah. Perhitungan nilai santunan sesuai Perpres Nomor 56/2017 tentang penanganan dampak sosial kemasyarakatan dalam rangka penyediaan tanah untuk proyek strategis nasional.

“Nilai ini sudah divalidasi dan ditakar kepantasannya oleh lembaga independen. Pada prinsipnya, ini bukan pengadaan tanah. Tapi penertiban aset PT KAI,” kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Endro Hudiyono kepada wartawan, Jumat (20/4).

Endro menyampaikan tim sudah menempuh prosedur sebelum penyerahan santunan kepada warga terdampak, yakni sosialisasi, identifikasi ke lokasi, validasi data, dan penaksiran nilai santunan oleh tim appraisal.

Komponen nilai santunan memperhatikan biaya mobilisasi, sewa rumah, biaya bongkar, dan potensi kehilangan pendapatan.

Tim terpadu penyediaan tanah menjadwalkan pembayaran santunan mulai Jumat-Senin (20-23/4). Dalam kurun waktu itu, santunan diberikan kepada warga di tiga wilayah terdampak, yakni Sragen 60 bidang tanah, Karanganyar 94 bidang tanah dan Sukoharjo 26 bidang tanah.

Total alokasi dana yang digelontorkan dari APBN 2017 ini Rp 4.665.394.300.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge