0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rumput Stadion Trikoyo Tak Boleh Diinjak Kaki Telanjang

Aktivitas sore hari di Stadion Trikoyo, Klaten (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Padatnya jadwal penggunaan Stadion Trikoyo, Klaten mengakibatkan sejumlah area rumput lapangan rusak. Padahal Trikoyo  bakal menjadi salah satu venue cabang olahraga (Cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng pada Oktober mendatang.

“Frekuensi lapangan Trikoyo terlalu sering dipakai. Karena sering diinjak-injak kan lama-kelamaan rumputnya jadi gundul,” ujar Humas KONI Klaten, Mera Sunantri, Selasa (17/4).

Sepengetahuan dia, pengguna atau penyewa lapangan Stadion Trikoyo ternyata bukan hanya untuk latihan rutin sepak bola. Namun juga digunakan untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran olahraga di sekolah-sekolah yang berada di sekitar stadion yang terletak di Jl Tentara Pelajar, Gayamprit, Klaten Selatan ini.

Padahal permukaan rumput lapangan Stadion Trikoyo menggunakan jenis rumput Zoysia Japonica. Mengingat Trikoyo menjadi venue cabor sepak bola Porprov Oktober nanti, pihaknya berharap jadwal penggunaannya lebih diperketat.

“Selain frekuensinya yang padat, permukaan rumput lapangan Trikoyo itu enggak boleh diinjak dengan kaki telanjang atau nyeker. Karena rumputnya memang khusus untuk sepak bola. Mengagetkannya lagi, biaya sewanya hanya Rp 150 ribu saja,” ujar Mera sembari geleng-geleng kepala.

Selain itu, pihaknya mendesak perlunya melakukan revisi terhadap Perda retribusi jasa usaha aset milik Pemkab. Sebab biaya sewa Rp 150 ribu dianggap terlalu murah dibandingkan biaya perawatannya.

“Sudah saya sampaikan ke DPRD, tapi ternyata memang sesuai perda sewanya segitu. Kan eman-eman, kualitas rumputnya sudah sesuai standar. Minimal diberi nafas sehari dalam seminggu untuk tidak digunakan sama sekali. Sehingga pertumbuhan rumputnya sempurna. Belum lagi kalau turun hujan,” papar Mera.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manager PSIK Klaten, Mulya Jayanto. Lantaran jadwal penggunaanya yang padat, dia khawatir permukaan rumput lapangan Stadion Trikoyo menjadi tidak rata alias bergelombang. Akibatnya laju aliran bola dari kaki ke kaki menjadi terhambat.

“Sebenarnya kualitas drainasenya sudah lumayan bagus. Namun ada beberapa titik yang rusak lantaran digunakan untuk bermain bola tanpa sepatu. Harusnya ya steril. Jangan digunakan secara berlebihan,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge