0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Alasan Sopir Bus Nekat Melintas di Ngarsopuro

Petugas menggelar razia bus yang melintas di Jl Diponegoro, Ngarsopuro, Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pengalihan arus di kawasan pembangunan Overpass Manahan berdampak pada terganggunya sejumlah trayek bus yang melintasi kawasan Purwosari. Kepadatan arus lalulintas di kawasan tersebut, menjadi alasan beberapa supir bus enggan melewati perlintasan sebidang itu dan memilih jalur lain sebagai alternatif dalam mengejar waktu kedatangan bus.

“Ya kita kan juga ngejar waktu to Mas, kita datang ke terminal (Terminal Tirtonadi Solo) kan harus bisa lebih cepat, sehingga bisa cepat berangkat lagi,” ucap salah seorang pengendara Bus Gunung Mulia, Catur, Senin (16/4).

Dikatakan, dengan kemacetan yang ada sekarang, dirinya bisa terlambat sekitar 20 hingga 30 menit setiap harinya.

“Karenanya kita cari jalan yang lain yang lebih singkat dari pada terjebak macet,” kata supir bus jurusan Wonogiri-Solo tersebut.

Catur juga beralasan bahwa selama ini dirinya tidak mengetahui bahwa jalur yang dilewatinya dilarang untuk bus. Hal itu disebabkan tidak adanya rambu-rambu yang mengatur hal itu.

Sementara Kabid Lalulintas Dishub Solo Ari Wibowo mengatakan, ada atau tidak ada rambu, tetap tidak dibenarkan bagi pengemudi bus untuk melanggar rute.

“Tetap saja melanggar ketentuan rute. Itu hanya alasan saja. Kami mengimbau, meskipun agak sedikit macet, tetapi PO bus tidak mengorbankan kepentingan masyarakat lain,” kata dia.

Seperti diberitakan Dinas Perhubungan Solo berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Solo menggelar razia di ruas Jl Diponegoro atau tepatnya di kawasan Ngrsopuro, Solo, Senin (16/4) siang. Razia tersebut menyasar sejumlah PO bus yang kedapatan melanggar trayek dengan menggunakan jalan yang tidak sesuai dengan rutenya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge