0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menteri Rini Soemarno Klaim Aset BUMN Naik Ribuan Triliun di Eranya

(Menteri BUMN Rini Soemarno - Antara)

Timlo.net-  Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan dalam mengelola korporasi milik negara harus dilakukan secara profesional, penuh tanggung jawab, dan transparan sehingga mampu menciptakan nilai serta memiliki kontribusi besar bagi negara.

“Tugas saya sebagai Menteri BUMN membuat program-program, sehingga perusahaan milik negara ini dapat dikelola dengan baik. BUMN berarti dimiliki rakyat Indonesia, sehingga harus dikelola secara profesional, harus mencetak keuntungan dan di saat yang sama juga harus menjadi agen pembangunan,” kata Rini, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (14/2/2018).

Rini memberikan kuliah umum “Executive Series: Nurturing and Managing Leaders In State-Owned Enterprises of Indonesia” bagi mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, di Auditorium Kampus UGM Yogyakarta, Kamis.

Pada kesempatan itu, Rini memberikan pemahaman tentang kepemimpinan dalam BUMN.

Rini memaparkan strategi pengelolaan 143 BUMN yang bernaung di bawah Kementerian BUMN.

Ia menuturkan bahwa pada tahun 2017, total aset seluruh BUMN tercatat Rp7.212 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp4.387 triliun pada tahun 2014.

Karena itu, dirinya mengakui memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk terus menjadikan BUMN-BUMN semakin kuat dan bertahan di masa datang.

“BUMN sebagai korporasi milik negara dalam praktiknya harus dikelola secara profesional, transparan dan mampu menciptakan nilai serta berkontribusi bagi negara,” ujarnya pula.

Untuk dapat mengelola BUMN secara profesional, menurut Rini, standarisasi pengelolaan berupa kompetensi dan kualifikasi wajib ditetapkan bagi direksi yang memimpin BUMN.

Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sudah 568 km jalan tol telah dibangun atau hampir mencapai panjang jalan tol yang dibangun sejak tahun 1980 hingga tahun 2014 yang tercatat sepanjang 700 km.

Pada sisi lain, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini sudah mencapai 95 persen yang didukung dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik mencapai 17.000 MW atau sudah melampaui 50 persen dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW hingga 2019.

“BUMN juga bukan hanya tumbuh dari modal negara, tetapi juga dari pinjaman secara komersial. Jadi, pada satu sisi kita bayar utang, kita juga harus bayar pajak, dividen kepada negara. Jika BUMN mampu meningkatkan nilai perusahannya, maka kita juga mampu meningkatkan kekayaaan negara,” kata Rini.

Rini juga menjelaskan tentang penting peningkatan daya saing dan peran BUMN dalam pembangunan nasional melalui kekuatan skala ekonomis dan holdingisasi serta sinergi.

Pada akhir paparannya, Menteri Rini mengajak mahasiswa untuk terus terbuka dan belajar mempersiapkan diri sebagai pemimpin di masa mendatang.

Mahasiswa juga harus terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada untuk menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kita harus terus belajar, tiada hari tanpa belajar. Belajar adalah suatu pekerjaan yang tiada habisnya. Kemampuan yang kita miliki ini harus terus dioptimalkan. Menjadi seorang pemimpin bukan popularitas yang dicari, namun bagaimana kemampuan yang kita miliki tersebut bisa kita maksimalkan dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Rini Soemarno pula.

Sumber: Antara

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge