0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Calon Anggota DPD Ketahuan Curang, Ini Hukumannya

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/red)

Solo — Syarat bagi calon independen atau perseorangan yang ingin maju menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) makin diperketat. Bahkan, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan tindakan tegas dengan mengurangi 50 dukungan KTP jika ditemukan praktek kecurangan.

“Pengalaman tahun 2014 lalu, banyak calon perseorangan DPD memanipulasi data syarat dukungan berupa KTP. Berdasarkan pengalaman tersebut, KPU lebih memperketat seleksi berkas syarat dukungan. Kami mengingatkan kepada calon DPD yang maju jalur perseoragan jangan mencoba memanipulasi data dukungan,” ujar Ketua KPU Kota Solo Agus Sulistyo, Kamis (12/4) siang.

Dikatakan, KPU pusat membuat aturan memberikan sanksi berupa pengurangan sebanyak 50 syarat dukungan bagi calon DPD yang maju dari jalur independent. Pengurangan dilakukan KPU jika calon persorangan DPD ketahuan memanipulasi data.

“Provinsi Jateng tahun ini hanya mendapatkan jatah empat orang wakil DPD baik jalur parpol dan perseorangan. Calon DPD dari jalur perseorangan untuk bisa ikut pilihan anggota DPD 2019 harus menyerahkan sebanyak 5.000 dukungan berupa KTP. Kami mulai membuka penyerahan berkas syarat dukungan mulai tanggal 22 April sampai 26 April,” jelas Agus.

Menurut aturan, kata Agus, sebanyak 5.000 syarat dukungan harus tersebar di 18 kabupaten/kota di Jateng. Syarat dukungan berupa KTP nantinya disusun rapi berdasarkan Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP) yang disusun KPU. SIPP ini seperti Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) yang digunakan KPU saat melakukan verifikasi parpol peserta Pemlilu 2019.

“Jika ada yang memanipulasi data dukungan, akan ketahuan saat diolah menggunakan SIPPP. Himbauan kami, kepada calon DPD perseorangan untuk benar-benar mengecek syarat dukungan KTP sebelum diserahkan ke KPU. Kalau sampai ketahuan ada data ganda langsung dikenai sanksi pengurangan syarat dukungan KTP,” kata Agus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge