0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ganjar Menolak Dianggap Menistakan Agama

Cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menolak pembacaan puisi karya Ahmad Mustofa Bisri olehnya dianggap menistakan agama. Polemik yang muncul di tengah arus politik jelang pilkada itu, ditengarai¬† bentuk kampanye hitam.

“Saya membacakan puisi itu karena bagus. Setelah ada siswa yang dibawa guru ngajinya membacakan karya Gus Mus (Ahmad Mustofa Bisri) itu di hadapan saya. Dia itu menang lomba puisi. Ternyata, wow bagus sekali,” kata Ganjar jelang menghadiri Salawat Gus Ali Gondrong di Alun-alun Karanganyar, Minggu (8/4) malam.

Puisi Gus Mus yang dibacakan di acara talkshow di TV swasta beberapa waktu lalu berjudul ‘Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana’. Ketika itu puisi dibacakan dengan iringan lagu Lir-ilir yang dinyanyikan pasangannya, Taj Yasin. Ganjar dinilai menistakan agama karena terdapat frasa berbunyi. ‘Kau ini bagaimana? kau bilang tuhan sangat dekat, kau sendiri memangginya dengan pengeras suara setiap saat.’

Ganjar mengaku heran polemik tersebut mencuat di saat pencalonan dirinya menjadi gubernur Jawa Tengah. Padahal puisi itu justru ditanggapi positif ketika dibuat tahun 1987 silam. Sehingga wajar ia merasa polemik puisi yang dibacakannya itu kental nuansa kampanye hitam. Politisi asal PDI Perjuangan itu pun meminta pertarungan Pilkada Jawa Tengah hendaknya mengedepankan persaingan visi misi atau program daripada isu-isu berbau SARA.

Pihaknya pun meminta para simpatisan dan relawan Ganjar-Taj Yasin tak perlu terprovokasi isu tersebut. Cagub petahana itu meminta para relawan dan simpatisannya mengedepankan pengecekan isu atau informasi yang belum tentu kebenarannya sebelum bertindak.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge