0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini Pertanian Organik Ajaran Atos

Atos mendampingi petani beralih ke sistem pertanian organik (ist)

Karanganyar — Ketelatenan dan kesabaran merupakan kunci sukses menjalani metode pertanian organik. Hal itu disampaikan Organisasi Perkumpulan Tani Organik Sejati (ATOS) ke petani binaannya.

“Kami ajak petani pelan-pelan beralih ke sistem organik. Tidak serta merta, agar mereka tidak shock. Pelan-pelan, membuat demplot organik, dikenalkan sistemnya, sampai mereka bisa merasakan hasilnya dari sistem organik,” tutur Ketua ATOS Dedy Fachruddin Irawan kepada wartawan di Karangpandan, Minggu (9/4).

Bersama para pakar dan akademisi, Atos membuka ruang konsultasi petani melalui koordinator wilayah yang telah terbentuk di Kepulauan Riau, Medan, Kediri, Temanggung, Grobogan dan Solo. Di daerah binaan, Atos menganjurkan penggunaan demplot agar sistem organik pertanian lebih terkontrol.

Dewan Penasehat ATOS Dr Pramono Hadi SP MSi menambahkan, organisasinya mendampingi petani sampai ke pengemasan dan pemasaran produk organik. Atos bercita-cita menerapkan pertanian organik secara menyeluruh pada tahun 2025.

“Pertanian kita di posisi kritis. Mindset petani ingin hasil banyak dengan waktu singkat, namun dampak lingkungan tidak diurus. Padahal konversi kimia ke organik pada pertanian minimal butuh waktu dua tahun. Kalau tidak diberi pendampingan dan pemahaman, akan menjadi bencana bagi anak cucu kita,” kata pria yang menjabat Rektor Uniba Surakarta ini.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge