0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Elon Musk Bandingkan Kecerdasan Buatan Dengan Diktator

Elon Musk. (ubergizmo.com )

Timlo.net—Elon Musk dikenal sebagai pengusaha yang ingin mengembangkan dunia dengan teknologi. Dia berencana menjelajahi sistem tata surya dan pergi ke Mars. Dia pernah membuat baterai raksasa untuk menyediakan energi untuk sebuah bagian di Australia.

Akan tetapi, dia merupakan salah satu tokoh yang menentang pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebelumnya, pengusaha asal Afrika Selatan itu berkata jika AI lebih berbahaya dibandingkan nuklir. Sekarang dia memberikan prediksi mengerikan lainnya.

Elon tampil dalam sebuah film dokumenter baru karya Chris paine. Chris pernah menampilkan Elon untuk film dokumenternya yang rilis pada 2006, “Who Killed The Electric Car?”.

Film dokumenter terbarunya, “Do You Trust This Computer?”, Chris menjelajahi potensi menjanjikan dan bahaya AI. Dalam dokumenter itu, Elon menyatakan jika AI yang dibangun sebuah pemerintah bisa hidup lebih lama dari politisi atau partai apapun. AI itu juga bisa menjadi diktator abadi yang tidak bisa dihindari masyarakat, tulis Indy100.com.

Dalam visi distopia miliknya, jika AI dikembangkan oleh negara yang opresif, maka akan terjadi bencana. Bahkan mungkin kiamat. Terdengar seperti film “The Terminator”?

CEO Tesla dan SpaceX itu rupanya percaya dengan adanya kemungkinan dunia dikuasai mesin seperti dalam film itu. Dia rupanya membayar Vimeo supaya film dokumenter itu tersedia secara gratis di Vimeo hingga Minggu (8/4) malam.

Saat film itu tayang perdana di LA Premiere minggu lalu, dia mendesak para penonton untuk mempertimbangkan pesan dalam film tersebut. Juga mempertimbangkan apa yang bisa dilakukan AI pada masyarakat.

“Hal ini adalah sebuah subyek yang sangat penting. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan kita dengan cara-cara yang tidak bisa kita bayangkan sekarang,” ujar pria berusia 46 tahun itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge