0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

2.561 Penduduk Terancam Tak Bisa Memilih

Ketua Panwaslu Karanganyar Kustawa Esye menunjukkan barang bukti laporan berupa kain batik (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar menemukan 2.561 penduduk potensial pemilih pemilu terancam tak bisa menggunakan haknya itu. Berbagai persoalan mengemuka seperti pencantuman nama di daftar pemilih sementara (DPS) salah, belum masuk DPS, nama ganda dan sebagainya.

“Ini yang ditemukan petugas panwas desa/kelurahan dan kecamatan. Usai DPS diumumkan dan berakhirnya uji publik, sebanyak 2.561 nama bermasalah. Entah itu yang sudah terdata di DPS maupun belum,” kata Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Esye Minggu (8/4).

Ribuan nama tersebut apabila dibiarkan bermasalah, dikhawatirkan ditolak saat hendak memberikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Perbaikannya mendesak dilakukan sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pengumpulan data oleh petugasnya itu seiring pembukaan posko aduan DPS di 177 desa/kelurahan dan 17 kecamatan (177-17). Dengan ada posko aduan ini, warga yang mempunyai hak pilih tapi belum terdaftar atau terdaftar tapi tidak mempunyai hak pilih bisa diadukan ke posko aduan dan akan diteruskan ke KPU untuk dilakukan perbaikan data.

“Posko ini dibuka sampai penetapan DPT. Artinya, datanya bakal berkembang. Data yang kita dapat segera dilaporkan ke KPU agar ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge