0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KA Bandara Selesai, Adi Soemarmo Targetkan Penumpang 22 Ribu Perhari

Pembangunan Stasiun Bandara di Adi Soemarmo (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Aksesibilitas dan konektivitas transportasi menjadi kunci dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata. Pasalnya, dengan adanya transportasi yang memadai dapat memudahkan masyarakat yang ingin berkunjung ke Solo.

“Sebenarnya jika digarap dengan maksimal potensi di Solo ini tidak kalah dengan Bali. Karena Borobudur bisa dimanfaatkan untuk menarik para wisatawan dari luar, ” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, dalam Forum Komunikasi Pegiat Pariwisata di Paragon Hotel, Sabtu (7/4).

Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak minat wisatawan berkunjung ke Solo, kemudahan akses dan konektivitas transportasi menjadi penting. Pihaknya berharap pembangunan KA Bandara yang saat ini tengah dikerjakan bisa segera selesai dibangun. Dengan demikian, akses masyarakat dari Yogyakarta menuju Solo bisa lebih mudah.

Usman menyampaikan, dengan adanya KA Bandara itu, jumlah penumpang di Adi Soemarmo diprediksi dapat meningkat lebih dari dua kali lipat. Dengan penambahan jumlah penumpang itu, jadwal penerbangan yang saat ini hanya mencapai 68 kali dalam sehari diprediksi bisa meningkat menjadi 200 kali sehari.

Alasannya, karena slot time yang ada di Bandara Yogyakarta sudah penuh. Sehingga maskapai lebih banyak mengalihkannya ke Solo karena dianggap yang paling dekat.

“Saat ini jumlah penumpang di Adi Soemarmo rata-rata 8.200 per hari. Kita memprediksi dengan adanya KA bandara itu jumlah penumpang yang datang bisa meningkat menjadi 22 ribu penumpang per hari, ” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Hari Prihatno menyampaikan untuk mendorong akses transportasi, Kota Solo selama ini sudah membuat terobosan cukup inovatif guna membantu meningkatkan kunjungan wisatawan. Diantaranya adalah BST, KA Jaladara dan bus tingkat Werkudara.

“Kalau dukungan terhadap transportasi sebenarnya kita sudah siap. Hanya saja sekarang ini yang menjadi persoalan, masyarakat sudah sudah mulai merasa jenuh karena inovasi transportasi yang kita hadirkan itu tidak dibarengi dengan destinasi wisata baru lainnya, ” ungkap dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge