0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lulusan Vokasi Kesehatan Keperawatan Tak Kalah dengan PT

Suasana Rakernas AIPVIKI di Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Secara kualitas, lulusan pendidikan vokasi kesehatan khususnya bidang keperawatan tidak kalah dengan yang dihasilkan dengan Perguruan Tinggi (PT) yang dihasilkan di negara negara Asean. Namun lulusan perguruan tinggi vokasi keperawatan di Indonesia terkendala masalah bahasa dan kultur.

“Hal itu membuat mereka enggan untuk mengisi pasar kerja yang tersedia di berbagai negara di Asean,” ungkap  Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPVIKI) Yupi Supatini SKp MSc, di sela Rakernas AIPVIKI di Solo, Sabtu (7/4).

Yupi mengemukakan, bahasa dan kultur masyarakat yang enggan bekerja jauh menjadi kendala tersendiri untuk bersaing di pasar kerja Asia. “Itu yang tengah kami bahas solusinya agar lulusan ini juga mau untuk melebarkan sayap dengan berusaha mengisi pasar kerja di luar negeri,” ujarnya.

Namun memang persaingan pasar kerja tidak hanya di luar negeri, kata Yupi, karena tenaga kerja asing juga bebas menempati pasar kerja di Indonesia. “Sehingga peningkatan kompetensi lulusan jadi target utama,” ungkapnya.

Dijelaskan, sejauh ini lulusan sekolah tinggi vokasi khususnya keperawatan sudah memiliki pangsa tersendiri di beberapa negara. Contohnya Jepang yang lebih menyukai perawat asal Indonesia.

“Hal itu disebabkan perawat asal Indonesia secara kompetensi sudah memadai dan memiliki kelebihan sikap yang sopan. Tingginya tingkat kelulusan uji kompetensi (Ukom) bidang keperawatan yang mencapai 82,1 persen secara nasional,” ujarnya.

Dalam Rakernas kali ini, sebanyak 464 sekolah vokasi keperawatan membahas mengenai tuntutan standarisasi pendidikan keperawatan. Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ada standarisasi pendidikan yang harus disesuikan antara PT di Indonesia dengan yang berlaku secara global. Hal itu melingkupi kurikulum, kompetensi dan lainnya. Tantangan itulah yang harus dipikirkan bersama instansi anggota AIPVIKI.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge