0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kopi Berisiko Sebabkan Kanker?

Biji kopi dipanggang. (camanoislandcoffee.com)

Timlo.net—Sebuah keputusan dari seorang hakim di Los Angeles minggu lalu mengejutkan. Dia mengharuskan perusahaan kopi di California, Amerika Serikat (AS) untuk menyertakan peringatan akan adanya zat kimia yang berisiko menyebabkan kanker dalam kopi.

Awal mula keputusan ini berasal dari tuntutan yang dilayangkan the Council for Education and Research on Toxics kepada 91 perusahaan kopi. Tuntutan itu karena perusahaan kopi tidak mencantumkan peringatan itu. Zat kimia itu disebut acrylamide dihasilkan saat biji kopi dipanggang. Zat kimia itu juga ditemukan pada beberapa makanan dan rokok. Zat itu menurut penelitian memicu kanker. Terutama pada tikus yang mengkonsumsi zat itu dalam dosis tinggi. Tapi menurut the American Cancer Society, belum ada kasus di mana manusia menderita kanker karena zat itu.

Perusahaan kopi seperti Starbucks berkata zat itu hanya ditemukan dalam jumlah kecil pada kopi. Jadi kemungkinan untuk merugikan konsumen kecil. Tapi hakim pengadilan tinggi Elihu Berle mengeluarkan keputusan itu.

Jadi apakah benar zat ini membahayakan tubuh bila dikonsumsi? John Ioannidis, seorang profesor medis, penelitian kesehatan dan kebijakan di Stanford University berkata jika keputusan itu berlebihan. “Saya tidak kuatir sama sekali jika kopi menjadi masalah dan menyebabkan kanker,” katanya dalam wawancara dengan The Verge.

Jumlah acrylamide dalam kopi sangat rendah sehingga sulit disimpulkan jika bisa menyebabkan kanker. “Di antara miliaran hal yang ada di sekitar kita, kopi adalah salah satu benda teraman dalam hal risiko kanker,” ujar sang profesor.

Joseph Galati, kepala medis di the Center of Liver Disease and Transplantation di The Methodist Hospital di Houston, AS setuju. “Saya benar-benar tidak percaya ada data valid tentang hal ini,” ujarnya.

Orang-orang menyebarkan cerita jika kopi menyebabkan kanker karena minuman ini diminum banyak orang setiap hari. “Kita membesar-besarkan hal ini. Tapi pada akhirnya, hal itu benar-benar tidak berarti,” tambah Joseph.

Berbagai penelitian sebelumnya mengungkapkan banyak manfaat kesehatan kopi. Tapi John berkata jika ada baiknya kita skeptis tentang hasilnya. Alasannya sebagian besar penelitian bersifat observasional. Dan bergantung dari laporan para peserta terkait gaya hidup dan pola makan minum mereka. Hal ini memberikan banyak ruang untuk kesalahan.

Selain itu, ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan. Penelitian observasional tidak bisa diandalkan untuk hal ini. “Itu benar-benar kacau dan sejujurnya, saya pikir penelitian-penelitian ini tidak menghasilkan apapun dan kita harus berhenti melakukannya,” kata John.

“Saya tidak akan terkejut jika tidak ada manfaat besar dari meminum kopi juga tidak ada kerugian besar,” tambahnya. Jadi jika Anda suka minum kopi, tidak perlu mengubah kebiasaan Anda. Tapi jangan minum kopi karena merasa jika minuman ini bisa membuat Anda panjang umur. Minumlah karena kalian menyukainya.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge