0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga Jebres Tengah Surati Jokowi, Pemkot Tak Peduli

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pemerintah Kota Solo tak menghiraukan perlawanan warga penghuni lahan Hak Pakai (HP) 105. Meski mereka telah menyurati Persiden Joko Widodo untuk turun tangan membantu mereka, Pemkot tetap bersikukuh mengosongkan lahan tersebut untuk kebutuhan Solo Techno Park (STP).

“Mau nyurati Presiden ya silakan saja. Kita tetap lanjut terus, wong itu lahannya Pemkot,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (3/4).

Sampai saat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melayangkan Surat Peringatan (SP) II kepada warga Jebres tengah yang menempati lahan HP 105. Rudy dengan tegas menginstruksikan Satpol PP untuk melanjutkan proses tersebut dengan menerbitkan SP III beberapa hari ke depan.

“Kalau SP III tidak digagas ya sudah. Kita buldoser sekalian,” kata dia.

Pemkot sendiri sudah menawarkan solusi bagi warga untuk mengajukan permohonan tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Syaratnya, warga harus memiliki KTP Solo. Namun tawaran Pemkot tersebut ditolak warga. Sedangkan bagi warga yang ber-KTP di luar Solo, Rudy hanya bisa memberi ongkos bongkar dan transportasi.

“Kalau bukan warga Solo ya kita tidak bisa (memberi rusunawa) karena aturannya itu untuk warga Solo,” kata dia.

Untuk diketahui, warga Jebres Tengah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu. Mereka meminta Presiden turun tangan untuk mencegah Pemkot mengggusur mereka. Warga beralasan telah tinggal di lahan tersebut selama bertahun-tahun. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, warga rutin membayar pajak Bumi dan Bangunan. Hal itu menjadi alasan warga untuk tetap bertahan di lahan tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge