0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Permintaan Beras Turun, Bulog Masih Gelar Operasi Pasar

Gelaran operasi pasar beras di Pasar Gede, Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Puluhan ton beras berhasil disalurkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Solo, dalam operasi pasar (OP) yang digelar sejak awal tahun lalu. Meski saat ini permintaan dari masyarakat dianggap sudah mulai turun, OP masih akan terus dilakukan hingga akhir Maret mendatang.

“Hingga saat ini total beras yang sudah berhasil kita salurkan dalam operasi pasar sekitar 70 ton,” ujar Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus Sabelia kepada wartawan,  Kamis (22/3).

Sedangkan alokasi stok beras yang masih disediakan untuk OP hingga akhir Maret ini, disebutkan masih ada sekitar 4-5 ton.

Titov mengku, permintaan beras Bulog yang disalurkan kepada para pedagang disejumlah pasar tersebut belakangan mulai sepi peminat. Pasalnya, seiring dengan memasuki masa panen raya, harga beras di pasaran sudah mulai berangsur normal.

“Bahkan dalam pengiriman beras terakhir kepada para pedagang yang menjadi mitra kami dalam kegiatan OP itu, kita hanya mengirim sekitar 360 kilogram. Permintaan mulai turun karena volume beras di pasaran mulai banyak, seiring dengan adanya panen raya,” ungkapnya.

Sebelumnya,  salah seorang oedagang beras di Pasar Legi Solo,  Ali Wiyono mengatakan, permintaan beras Bulog yang dijualnya belakangan mulai sepi peminat. Para pelanggannya banyak yang sudah mulai beralih ke beras non Bulog karena harganya sudah turun dikisaran Rp 700 – Rp 1000 per kilogram.

“Sebelumnya 15 sak beras Bulog bisa langsung habis sekitar tiga hari. Tapi kalau sekarang permintaan turun, sehingga stok beras kita masih tersisa banyak,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge