0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Suasana Haru Warnai Penggeledahan Rumah Tersangka Uang Palsu

Rumah tersangka pengedar uang palsu di Dukuh Jimbar Kulon RT 1, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen dijaga ketat saat penggeledahan (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Polres Sragen mengambil langkah cepat. Sehari usai menangkap pelaku pengedar usng palsu (Upal), tim Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Sragen langsung melakukan penggeledahan di rumah tiga tersangka, di Dukuh Jimbar Kulon RT 1, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Kamis (22/3) pagi.

Kedatangan Tim Polres Sragen di rumah korban sangat mengagetkan warga setempat. Tiba-tiba saja rumah sekitar tersangka jadi ramai karena banyaknya warga yang datang ingin melihat.

Dalam proses penggeledahan yang dijaga ketat sejumlah polisi bersenjata laras panjang tersebut, Satreskrim juga menghadirkan salah satu tersangka, Sujintoro (51). Penggerebekan dipimpin KBO Polres Sragen Kompol Yohanes Trisnanto dan Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni.

“Yang saya tahu pekerjaan pak Suji (tersangka, Red) itu hanya petani. Saya sama sekali tak tahu kalau terlibat dalam kasus uang palsu ini,” kata Ketua RT 02 Dukuh Jimbar Kulon, Sudarto kepada Timlo.net, Kamis (22/3).

Sudarto menyampaikan, selama ini Sujintoro juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial. Seperti menghadiri pertemuan warga dan kondangan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Suasana haru ikut menyelimuti penggeledahan tersebut. Istri tersangka tak henti-hentinya menangis melihat suaminya datang ke rumah dengan borgol di tangan dan dikawal polisi.

“Ibu dari kemarin syok, nangis terus setelah tahu adik (Yunna) dan Mbake (Tatik) serta bapak ditangkap polisi,” ujar Sarwoko (23), anak kedua tersangka.

Sementara dalam penggeledahan di rumah tersangka, Tim Polres membawa satu buah modem, master CD, satu buah tas dan beberapa kwitansi.

 Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengatakan, penggeledahan itu dilakukan sebagai tindaklanjut penangkapan tiga tersangka pengedar uang palsu.

Tiga tersangka tersebut masing-masing Hartatik (30), asal Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Air Putih, Samarinda, Kaltim, yang berdomisili di Dukuh Banaran RT 1, Desa Sriwedari, Karanganyar, Ngawi Jatim. Kemudian Sujintoro (51) dan Yunna (20), keduanya warga Dukuh Jimbar Kulon RT 1, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge