0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jaringan Pengedar Uang Palsu Diungkap, 3 Pelaku Dibekuk

Barang bukti uang palsu (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Polres Sragen berhasil mengungkap jaringan pengedar uang palsu (upal) yang beroperasi di wilayah Sukodono, Sragen. Tiga pelaku diamankan bersama barang bukti sisa upal. Salah satunya ditangkap usai membelanjakan upal di Pasar Jatitengah, Sukodono.

“Modus yang dilakukan, para tersangka mengedarkan uang palsu dengan jalan membelanjakan pada para pedagang pasar, untuk mendapatkan sisa belanjaan dengan uang yang asli,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Rabu (21/3).

Tiga pelaku yang diamankan tersebut masing-masing, Hartatik (30), asal Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Air Putih, Samarinda, Kaltim, yang berdomisili di Dukuh Banaran RT 1, Desa Sriwedari, Karanganyar, Ngawi Jatim. Kemudian Sujintoro (51) dan Yunna (20), keduanya warga Dukuh Jimbar Kulon RT 1, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

AKBP Arif Budiman menyampaikan, terungkapnya kasus peredaran upal ini berawal pada Rabu sekitar pukul 09.15 WIB, Polsek Sukodono menerima laporan melalui telepon dari warga, bahwa di Pasar Jatitengah ada seseorang yang diduga mengedarkan uang palsu.

Atas laporan tersebut selanjutnya petugas jaga bersama Kanit Reskrim yang dipimpin Kapolsek Sukodono AKP Bambang Erwadi langsung mendatangi TKP. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, ternyata benar telah membawa uang palsu.

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Sukodono guna pengusutan lebih lanjut,” katanya.

Dari tangan para pelaku tersebut turut diamankan sejumlah barang bukti berupa uang pecahan Rp 50.000, diduga palsu sebanyak 42 lembar atau total Rp 2.100.000, dua buah HP, tas kcil warna merah merk Polo, tas Janspot biru, dua buah dompet, belanjaan hasil dari uang palsu dan sepeda motor Honda Vario AD 6233 BHE warna abu-abu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge