0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Skandal Data Facebook, CEO Cambridge Analytica Diskors

Facebook. (ubergizmo. com)

Timlo.net—Cambridge Analytica menskors CEO mereka, Alexander Nix, Selasa (20/3) waktu setempat. Keputusan ini diambil di tengah-tengah skandal data Facebook. Pada Senin (19/3), sebuah stasiun TV Inggris, Channel 4 menyiarkan rekaman di mana Alexander mengatakan jika perusahaannya pernah menggunakan rayuan wanita dan penyuapan untuk menjebak politikus dan mempengaruhi pemilihan umum asing. Cambridge Analytica adalah perusahaan data politik yang dikaitkan dengan kampanye pemilu Donald Trump pada 2016.

Tahun lalu, Alexander membuat pengakuan berani tentang peranan perusahaannya memenangkan Donald Trump. Dia mengaku perusahaannya bisa mengidentifikasi kepribadian pemilih Amerika dan mempengaruhi perilaku mereka, tulis The New York Times.

Metode yang mereka pakai disebut teknik modeling psikografis. Baru-baru ini, Cambridge Analytica diperiksa oleh anggota parlemen dan jaksa di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Terutama setelah muncul pemberitaan jika perusahaan itu mengumpulkan data 50 juta pengguna Facebook tanpa izin. Perusahaan itu dikatakan memiliki salinan informasi itu.

“Menurut pandangan dewan perusahaan, komentar Mr. Nix baru-baru ini yang diam-diam direkam oleh Channel 4 dan tuduhan-tuduhan lainnya tidak mewakili nilai-nilai atau operasi dari firma dan skors yang diberlakukan untuknya menggambarkan keseriusan di mana kami melihat pelanggaran ini,” tulis Cambridge Analytica dalam sebuah pernyataan.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge