0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BI Sosialisasikan Clean Money Policy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Bank Indonesia (BI) Solo masif lakukan sosialisasi kebijakan uang layak edar (Clean Money Policy) kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional. Dengan sosialisasi yang dilakukan tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas peredaran rupiah dan meminimalisir uang palsu di tengah masyarakat.

“Untuk mewujudkan kebijakan uang layak edar itu, salah satu yang kita lakukan adalah menyediakan kas keliling, ” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Selasa (20/3).

Kas keliling yang disediakan itu, menurutnya sudah dapat menjangkau 25 pasar tradisional di kota Solo. Dengan layanan tersebut, masyarakat yang memiliki uang rusak atau tidak layak edar bisa menukarkannya dengan pecahan nominal yang sama tanpa dipungut biaya.

“Sejauh ini animo dari layanan kas keliling cukup positif. Bahkan dalam satu kali operasional, ada sekitar Rp 300 juta dialokasi dana yang disediakan,” jelasnya.

Bandoe menyampaikan, dari hasil pengamatan yang dilakukan selama ini peredaran uang rupiah di kota Solo secara kualitas masih dianggap cukup rendah atau di angka enam. Oleh karena itu, melalui Clean Money Policy itu diharapkan kualitas rupiah yang beredar di masyarakat dapat meningkat atau setidaknya berada di level sembilan hingga sepuluh.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge