0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

14 Orang Gagal Berangkat Haji, Ini Alasannya

ilustrasi (sumber: Kementerian Agama RI)

Timlo.net — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam menyebutkan, belasan calon jemaah haji musim haji tahun 2018 gagal berangkat karena beberapa alasan.

“Dari estimasi jumlah calon haji tahun ini 771 orang, di antaranya 14 orang calon haji gagal berangkat karena tunda dengan alasan sakit, keperluan lain, bahkan ada empat orang calon haji meninggal dunia,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (19/3).

Menurutnya, kuota calon haji yang menunda keberangkatan sudah secara otomatis digantikan oleh calon haji pada nomor porsi berikutnya. Sedangkan untuk calon haji yang meninggal hingga saat ini masih menunggu keputusan regulasi dari pemerintah.

Pasalnya, kata dia, jika merujuk pada regulasi sebelumnya jemaah yang meninggal belum diberangkatkan secara otomatis uangnya dikembalikan kepada ahli waris.

Tetapi tahun ini ada regulasi yang sedang dibahas di Kementerian Agama, yang di dalamnya mengatur tentang adanya peluang pengantian jemaah meninggal oleh ahli warisnya sehingga uang penyetoran haji tidak dikembalikan.

“Jadi ahli waris dari jemaah yang meninggal, apakah itu suami/istri atau anaknya boleh langsung berangkat menggantikan untuk berhaji di tahun bersangkutan tanpa melalui daftar tunggu,” katanya.

Diharapkan, regulasi tersebut bisa final dalam waktu dekat agar tahun ini regulasi itu bisa langsung diterapkan dan pihaknya dapat mempersiapkan proses administrasi bagi ahli waris yang akan menggantikannya.

“Untuk memastikan penggantinya adalah benar ahli waris kita selektif melakukan pemeriksaan dokumen silsilah keluarga, untuk menghindari terjadinya kesalahan,” ujarnya.

Burhanul mengatakan, sebelum adanya keputusan final terhadap regulasi itu, pihaknya belum mengembalikan biaya perjalaan ibadah haji (BPIH) yang telah disetorkan.

“Kami memang sengaja belum mengembalikan BPIH jemaah gagal berangkat dengan alasan meninggal dunia, sebab kita menunggu kejelasan regulasi itu,” katanya.

Ditambahkannya, untuk persiapan keberangkatan calon haji tahun ini, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 771 calon haji untuk memberikan penjelasan tekait adanya beberapa perubahan regulasi dalam pelaksanaan haji.

Salah satunya, masalah kesehatan dimana jemaah yang berhak melunasi BPIH harus menunjukkan surat keterangan kesehatan dari Dinas Kesehatan sertempat tentang dibolehkannya jemaah bersangkutan berangkat haji tahun ini.

“Jadi ada tambahan dokumen administrasi yang harus diselesaikan jemaah. Jika tidak ada itu, mereka tidak boleh melunasi. Kalau dulu pernyataan kesehatan ditetapkan di embarkasi,” katanya.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge