0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rekrutmen Anggota Polri, Waspadai Modus “Penembak di Atas Kuda”

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Minimnya informasi yang sampai tingkat bawah diklaim menjadi penyebab rendahnya animo masyarakat di Wonogiri akan rekrutmen anggota Polri. Meski begitu, dalam rekrutmen anggota Polri ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya modus penipuan yang dilakukan oknum atau kerap disebut “penembak di atas kuda”.

“Jadi, modus ini sebenarnya sudah lama dan selalu mewarnai dalam setiap rekrutmen anggota Polri. Dimana jika ingin diterima sebagai anggota Polri, masyarakat harus dengan menyetor sejumlah uang. Si penipu ini juga mainnya untung-untungan. Semisal ada peminat yang terbujuk sebanyak 30 orang, lalu yang lolos atau diterima sebagai  anggota ada 15 orang, kan dia sudah menang banyak, padahal sebenarnya mereka diterima ini karena mereka sendiri, bukan karena oknum tersebut. Dan biasanya sebagai sugesti, oknum ini menyatakan jika tidak diterima maka uang yang sudah disetor akan dikembalikan,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede, Jumat (16/3).

Kapolres pun menyebut jika masyarakat mengetahui adanya oknum “penembak di atas kuda”, maka dia berharap agar segera melaporkan, demi terciptanya rekrutmen anggota Polri yang transparan dan akuntabel. Dia pun menyatakan, melalui pemberitaan di media massa, informasi rekrutmen anggota Polri 2018/2019 dapat menyasar pada kalangan masyarakat bawah.

“Di Wonogiri ini masih rendah. Seperti tahun lalu kita hanya mengirim 15 orang, padahal kuotanya masih banyak. Jauh di bawah Klaten dan Sragen,” kata Kapolres.

Hal demikian, beber Kapolres, lantaran minimnya informasi yang sampai pada kalangan masyarakat. Padahal menurut manta Kaden A Brimob Polda Metro Jaya ini, Wonogiri memiliki SDM yang mumpuni, secara fisik maupun kecerdasan. Dia pun berharap, tahun ini animo masyarakat Wonogiri akan meningkat.

“Oleh sebab itu, besok Minggu (18/3) di ajang CFD akan kita sosialisasikan soal rekrutmen anggota Polri biar masyarakat semua tahu,” paparnya.

Ditambahkan, selain upaya sosialisasi, Polres Wonogiri  dalam menjaring bibit SDM baru, sudah memerintahkan jajarannya di tingkat Polsek untuk datang ke desa-desa memberikan pemahaman soal rekrutmen anggota Polri, baik Akpol maupun SPN Bintara.

“Kita juga membuka prates di sekolah-sekolah. Biar mereka yang berminat itu tahu bagaimana tahapan seleksi pada proses penerimaan anggota Polri, soalnya di pengumuman sama prakteknya itu kan beda,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge