0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Video Telur Palsu di Medsos Dipastikan Hoax

Polres Boyolali dan Balai Veteriner Boyolali menepis beredarnya telur palsu di Medsos (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Polres Boyolali bekerjasama dengan Balai Veteriner Boyolali melakukan uji laboratorium terhadap telur yang diduga palsu. Langkah ini dilakukan setelah Polres mendapat laporan dari warga terkait kecurigaan telur palsu.

“Ada warga melapor membeli telur yang diduga palsu, setelah kita lakukan penelitian ternyata telur tersebut asli dan tidak mengandung bahan berbahaya, aman dikonsumsi,” kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andie, melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto, Jumat (16/3).

Setelah mendapatkan laporan dari Sri Teguh Widiarto, warga Dukuh Sri Gading, Desa Kadireso, Teras, mengamankan lima butir telur ayam negeri berwarna kecoklatan merk Omega dan satu butir telur ayam kampung warna putih, pihaknya langsung menghubungi Balai Veteriner Jateng. Langkah ini dilakukan dengan harapan masyarakat agar berhati-hati menerima informasi yang beredar di Medsos yang tidak jelas sumber dan kebenaranya.

“Pelapor kan merasa curiga dengan telur yang dikonsumsi, mirip dengan video telur palsu yang beredar di Medsos,” tambah Willy.

Sementara itu, setelah dilakukan penelitian di Balai Veteriner, ternyata telur yang diamankan tersebut asli dari unggas. Selain itu juga tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi.

“Selama ini belum ada yang bisa memalsukan telur unggas,“ kata Kepala Balai Veteriner Boyolali Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Saiful Latief.

Dijelaskan, terkait telur, yang ada adalah jaminan kualitas yang masih bagus dan tidak layak. Untuk telur yang kondisinya masih bagus bisa dilakukan pengecekan sendiri, misalnya dengan satu gelas air putih dicampur garam. Bila telur tenggelam, maka dalam kondisi bagus. Namun bila mengambang, telur dipastikan dalam kondisi tidak bagus.

“Ada cara lain, telur dipecah, bila kuning telur masih bulat dan dilindungi putih telur, sangat layak dikonsumsi,” imbuhnya.

Munculnya berita telur palsu di Medsos beserta video, diakui Saiful, sangat meresahkan masyarakat dan peternak unggas. Bila ini dibiarkan, akan menurunkan tingkat konsumsi telur di masyarakat.

“Kalau konsumsi telur menurun akan mempengarui asupan protein,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge