0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Shelter PKL Apem Sewu Diresmikan, Ini Harapan Pemkot

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo meinjau shelter Apem Sewu yang resmi dibuka, Jumat (16/3) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas tanggul pengaman Sungai Bengawan Solo di Kelurahan Sewu, Jumat (16/3) diresmikan. Shelter tersebut merupakan bagian dari program penataan salah satu kawasan destinasi wisata di Kota Bengawan.

“Daerah sini kan akan dijadikan kawasan wisata. Maka dari itu, PKL di sekitar sini harus ditata,” kata Subagyo saat berbincang dengan Timlo.net, usai peresmian.

Shelter tersebut dibangun tak jauh dari bantaran sungai Bengawan Solo yang biasa menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Apem Sewu. Subagyo menerangkan, shelter berkapasitas 10 PKL itu dikhususkan untuk warga sekitar. Dilengkapi dengan etalase, Subagyo berharap shelter tersebut dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Makanya ini kita khususkan untuk warga sekitar,” kata dia.

Produk yang dijual pun diprioritaskan bagi produk unggulan Kelurahan Sewu seperti apem, jamu tradisional, serabi, makanan ringan dan kerajinan tangan. Menurut Subagyo, PKL yang kini menempati shelter tersebut awalnya berjualan di pinggir jalan di sekitar lokasi penyelenggaraan Festival Apem Sewu.

“Sekarang sudah kita beri tempat supaya rapi sehingga bisa menarik wisatawan,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge