0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkot Tarik ASN dari Sekolah Swasta

Solo – Dampak moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin terasa di jajaran Pemkot Solo seiring banyaknya ASN yang pensiun di tahun ini. Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun terpaksa menarik ASN yang diperbantukan di sekolah-sekolah swasta untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar di sekolah negeri.

“Sekarang jumlah guru di SD-SD negeri sudah semakin sedikit. ASN guru yang diperbantukan di sekolah swasta terpaksa kita tarik,” kata Kepala BKPPD Solo, Rakhmat Sutomo, Rabu (14/3).

Tanpa menyebutkan angka pasti, Rakhmat mengatakan kebutuhan guru di sekolah negeri akhir-akhir ini terus meningkat. Hal itu dipicu oleh banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun belakangan ini. Terlebih di Solo terdapat 147 SD dan 23 SMP maupun sekolah sederajat.

“Kalaupun nanti kita tarik semua saya kira juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri,” kata dia.

Tak hanya menarik ASN yang diperbantukan di sekolah-sekolah swasta, Pemkot juga akan melakukan penggabungan atau regrouping sekolah-sekolah yang ada. Dengan regrouping, sumber daya manusia maupun keuangan dapat lebih difokuskan ke satu sekolah sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sekolah yang jumlah muridnya sedikit digabung ke sekolah yang jumlah muridnya lebih banyak,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat menetapkan moratorium ASN sejak 2013 lalu. Moratorium sempat dikabarkan akan dicabut tahun ini. Namun hingga saat ini kepastian dari Pemerintah Pusat tak kunjung terbit.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berulang kali mengingatkan efek moratorium berkepanjangan tersebut.

“Moratorium mau sampai kapan. (Pemerintah) pusat kalau bikin kebijakan harus lihat dulu kondisi di daerah. Jangan digebyah uyah (dipukul rata),” kata Rudy dalam berbagai kesempatan.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge