0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga Masaran Tuntut Pihak Tol Soker Perbaiki Drainase

Sragen – Puluhan warga dari dua dukuh Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen melakukan aksi unjuk rasa kepada pihak pengelola Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker). Mereka memrotes dampak pembangunan jalan tol yang mengakibatkan genangan air di dukuh mereka.

“Yang paling parah RT 22 B ada belasan rumah di Perum Tegalasri yang kemarin tergenang sampai 70 sentimeter. Padahal dulu-dulu nggak pernah begitu,” kata Ketua RT 22 Desa Masaran, Ali Wiyanto, Sabtu (10/3).

Ali mengakui, sebelum ada Tol Soker, memang sudah terjadi genangan, akan tetapi paling lama10 menit sudah hilang karena pembuangan air lancar. Namun sejak adanya Tol tahun 2016 dan talut serta drainasenya berukuran sangat kecil, dampaknya terjadi genangan air, bahkan banjir semakin parah sampai ke permukiman warga.

Kondisi itu juga memicu kerusakan beberapa infrastruktur seperti jembatan dan jalan di kampung. Mereka pun mendesak agar pihak pengelola jalan Tol Soker bertanggungjawab.

Mereka meminta pihak jalan tol memperlebar dan meninggikan saluran drainase di Tol Soker yang selama ini dianggap terlalu kecil dan menjadi biang pemicu banjir.

“Kami minta talud dan drainase dibuat standar. Karena yang dipasang oleh pihak Tol itu hanya 60 sentimeter diameternya. Padahal ketinggian talut di warga saja sudah tiga meter. Akibatnya, kalau hujan terjadi banjir di lingkungan kami,” papar Ali Wiyanto.

Aksi tersebut mendapat pengamanan sejumlah personel Polsek Masaran. Meski berlangsung agak tegang, namu aksi warga Masaran ini tak sampai mengganggu aktivitas pembangunan jalan tol.

Dalam aksinya mereka membawa poster dan spanduk berisi tuntutan dan keluhan warga. Mereka sengaja berjalan kaki menuju lokasi jalan tol yang menjadi penyebab tergenangnya air.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge