0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Alasan Bupati Kediri Pimpin Rombongan Petani ke Wonogiri

Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno (kerudung putih) saat meninjau kantor BUMP Pengayom Tani Sejagad di Desa Kebonagung, Sidoharjo, Wonogiri didampingi Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa (baju batik) (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Lantaran dianggap berhasil dalam pengembangan pertanian organik,kalangan petani asal Kabupaten Kediri melakukan studi banding ke Desa Kebonagung Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Kamis (8/3). Bahkan,Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno sendiri secara langsung memimpin rombongan petaninya untuk ngangsu kawruh seputar pertanian organik.

“Petani yang kami ikutsertakan dalam studi banding ini merupakan petani andalan kami,dan juga diikuti oleh sejumlah asisten dan kepala OPD,” ungkap Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno saat dijumpai wartawan di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kediri didampingi Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa dan sejumlah kepala OPD di Wonogiri. Studi banding pertanian organik itu sengaja diarahkan ke Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo lantaran adanya sejumlah hal. Diantaranya, di desa tersebut sudah terbentuk sebuah wadah asosiasi petani yakni BUMP Pengayom Tani Sejagad yang sudah bertahun-tahun berkecimpung dengan pertanian organik.BUMP tersebut digawangi oleh warga setempat yang konon meneruskan usaha orang tuanya.

“Maka, kami ingin belajar soal pertanian organik, karena di kami pertanian organik baru berjalan sekitar dua-tiga tahun belakangan ini. Namun,Wonogiri sudah bertahun-tahun. Ya, kalau nanti bisa kita akan adopsi semuanya tapi jika tidak kemungikanan akan kita modifikasi dalam penerapannya di Kediri,” paparnya.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemkab Kedirii. Bahkan, Wabup menyatakan siap mensuport langkah ke depannya, termasuk dimungkina adanya kerjasama antar kabupaten yang saling menguntungkan dari berbagai aspek.

“Bisa saja hal itu kita tingkatkan dengan berbagai bentuk kerjasama antar kabupaten, sehingga tercipta suatu iklim simbiosis mutualisme,” kata Wabup.

Sementara itu, Direktur BUMP Pengayom Tani Sejagat Sidoharjo Wonogiri, Hanjar Lukitojati, menerangkan, BUMP yang dipimpin kini memiliki 500 hektare lahan pertanian organik.Saban satu hektar mampu menghasil padi organik(GKG) sebanyak tujuh ton perhektar.

Selain pertanian organik, kata dia, pihaknya juga mengembangkan peternakan sapi dan sektor lainnya. Diklaim,saat ini petani binaannya pun mencapai sekitar 1600 petani organik yang ada di tujuh kecamatan di Wonogiri. Dengan produk unggulan beras merah dan beras hitam saat ini sudah tembus di toko-toko modern di Surakarta.

“Di kami tidak padi saja, ada beberapa produk yang kembangkan. Diantaranya peternakan sapi dengan sistem operasionalnya bekerjasama dengan perbankan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge