0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pilgub Jateng, Ada Kades Terindikasi Tidak Netral

Ketua Panwaslu Sragen, Heru Cahyono (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kepala desa (Kades) Dawung, Kecamatan Jenar,  Sragen terindikasi tidak netral dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sragen mencium adanya ketidaknetralan Kades tersebut yang condong ke salah satu pasangan calon (Paslon).

“Hari ini klarifikasi satu Lurah dari Dawung, Kecamatan Jenar yang indikasi memihak ke Paslon nomor 2,” kata Ketua Panwaslu Sragen, Heru Cahyono, Rabu (7/3).

Dia menyampaikan, hingga saat ini baru satu Kades yang cenderung tidak netral, memihak salah satu Paslon.

Heru menyampaikan, seorang pejabat harus menjaga netralitas sesuai Pasal 71 Undang-Undang Pemilu. Aparatur Sipil negara (ASN), termasuk Lurah dan Kades dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan paslon selama masa kampanye.

Jika ASN maupun Kades harus cuti tanpa tanggungan negara.  Baru demikian dapat berkampanye termasuk lewat media sosial.

“Ini semata-mata untuk menjaga, jika melanggar ASN sanksinya bisa kurungan enam bulan dan denda Rp 6 juta,” jelasnya.

Saat ini pihaknya beserta jajaran yang lain masih membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) di sejumlah titik jalan protokol. Sedangkan Panwascam juga melakukan pembersihan APK di beberapa titik larangan.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan, ASN Sragen harus menjaga integritas. Pihaknya melarang ASN terlibat kampanye walau sekadar like di media sosial.

“Ada sanksi dari sedang sampai berat hasil kajian Panwas,” ujar Tatag.

Demikian juga dengan perangkat desa juga tidak boleh terlibat kampanye. Pihaknya mengingatkan agar ASN dan perangkat untuk hati-hati dalam bermedsos.

“Jangan like, jangan share, apalagi menjelekkan atau mengunggulkan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge