0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tertutup Longsor, Jalur Cepogo-Ampel Lumpuh

Material tebing setinggi 10 meter yang lonsgor menutup akses jalan Cepogo-Ampel, Dukuh Senden dan Desa Tarubatang, warga berusaha singkirkan longsor dengan cara manual (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hujan yang menguyur wilayah Lereng Merbabu sejak Selasa (6/3) siang, mengakibatkan jalur penghubung Cepogo-Ampel, Rabu (7/3) siang, tertutup longsor. Jalur terputus akibat tumpukan material tanah.

Longsor di jalur tersebut terjadi sejak Selasa malam, namun pagi tadi longsoran semakin tebal. Jalur selebar 3 meter tertutup material tanah dari tebing setinggi 10 meter dan rumpun bambu setebal dua meter. Menurut salah satu warga, Tukiman, warga Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Selo, longsor terjadi setelah hujan reda.

“Saat hujan belum longsor, hujan reda baru terjadi longsor, kaget juga tadi,” kata Tukiman ditemui di lokasi.

Pasca longsor, lanjut Tukiman,kendaraan tidak bisa melintas karena tertutup material longsoran. Pengemudi harus memutar sejauh lebih dari 8 kilometer menuju ke kota kecamatan Cepogo. Jalur yang tertutup longsor, merupakan jalur altrenative Cepogo-Ampel merupakan akses terdekat pedagang sayur dari Kopeng, Salatiga dan warga Jeruk Tarubatang, Selo menuju ke Cepogo.

“Kita bersihkan, tapi hanya baru bisa dilewati kendaraan roda dua, ini terlalu tebal longsoranya, kita tidak mampu menyingkirkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinung Raharjo menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pembersihan bersama warga. Sinung juga mengaku longsor terjadi di beberapa titik, tapi yang paling besar hanyalah di antara Desa Senden dan Tarubatang ini.

“Tidak mungkin mendatangkan alat berat, medan jalan cukup sulit, kita bersihkan secara manual,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge