0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pentingnya Toleransi Antarumat Beragama Dalam Pilkada

Karanganyar – Toleransi antarumat beragama dibutuhkan dalam menyukseskan Pilkada. Toleransi bukan sekedar menghormati pilihannya, namun juga memberikan ruang untuk berpolitik.

“Tujuan kegiatan yang diselanggarakan adalah memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pilkada disamping itu juga meningkatkan toleransi antar umat beragama maupun intern umat beragama,” kata Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, dalam acara FKUB, baru-baru ini.

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo mengatakan, kerukunan umat antaragama dimulai dari internal kelompok agamanya. Jika pemeluk agama rukun, maka pasti dapat diterima pemeluk agama lain.

“Simpul yang punya pengikut saya anggap sangat dominan, sangat berpengaruh. Saya berpesan semoga Pilkada ini berjalan lancar,” tuturnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Agus Riwanto memaparkan tentang pentingnya toleransi dalam perspektif Pilkada. Ia menyebutkan tiga tantangan pemilu serentak antara lain politik uang, korupsi politik, dan politik identitas SARA.

Dalam tujuan diadakannya Pilkada yakni sebagai ruang pertemuan ide dan gagasan tentang pemilihan pemimpin yang membawa perubahan. Pada Pilkada 2018 akan diselenggarakan di 171 daerah yang tersebar di Pulau Jawa, dengan jumlah pemilih mencapai 48,38 persen dari total pemilih tetap pada Pilpres 2014 lalu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge