0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cap Go Meh, Liong dan Barongsai Keliling Kota

(dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebanyak tiga kelompok Liong Barongsai menunjukkan kepiawaiannya di tiga titik di Kota Solo dalam peringatan Cap Go Meh, Jumat (2/3). Ketiga kelompok tersebut berpawai sambil mengambil angpao dari sejumlah penonton yang meyaksikan pertunjukan tersebut.

“Ini namanya tradisi tolak bala, karena ada kepercayaan bagi masyarakat Tionghoa bahwa setelah perayaan Imlek, rejeki akan berdatangan, dengan memberikan makan kepada Liong Barongsai berupa Angpao,” ucap koordinator perayaan Tolak Bala Cap Go Meh, Adjie Candra.

Diterangkan, upacara Tolak Bala dilaksanakan setiap perayaan Cap Go Meh tiba. Adjie mengatakan, Cap Go berarti tanggal, sedangkan Meh artinya 15. Karenanya Cap Go Meh selalu dilaksanakan pada tanggal 15 Imlek.

Menurut Adjie, ada sekitar 120 orang yang terlibat dalam acara tersebut. Mereka tersebar di tiga kawasan, yakni Coyudan, Pasar Gede, dan Srambatan.

Selain sebagai sebuah perayaan, Adjie mengatakan, pertunjukan ini juga sebagai wujud perkenalan kelompok Liong Barongsai kepada masyarakat. Sebab, dari beberapa kelompok tersebut, hampir 90 persen anggotanya berasal dari multi etnis. Hal ini menjadikan kesenian asal Tiongkok ini bukan kesenian eksklusif milik masyarakat Tionghoa.

“Di Solo sendiri terdapat beberapa kelompok Barongsai dan banyak anggotanya yang justru bukan masyarakat Tionghoa. Hal ini menjadikan sekat-sekat perbedaan ini luntur. Nah itulah yang kita harapkan, bahwa kita semua sama sebagai orang Indonesia,” katanya.

Dalam perayaan tersebut, banyak warga yang memberikan angpao kepada Barongsai. Hal ini menjadi sangat menarik, sebab setelah diberikan angpao. Liong dan Barongsai ini menjadi lebih atraktif dalam pertunjukan.

“Kita berharap semakin banyak yang menyukai dan menggeluti kesenian ini,” pungkas Adjie Candra.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge