0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gempa Susulan di Boven Digoel, Warga Diminta Tetap Tenang

Ilustrasi gempa bumi (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net – Gempa berkekuatan 5,1 skala richter (SR) kembali mengguncang daratan pada posisi 219 kilometer tenggara Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, pada kedalaman 10 kilometer, Rabu (28/2) sekitar pukul 20.35 WIT. Gempa ini merupakan gempa susulan setelah terjadi gempa tektonik pada Rabu (28/2) pukul 11.45 WIT wilayah laut di sebelah timur Kabupaten Boven Digoel dengan kekuatan 6,3 SR.

Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop dan otoritas setempat belum dapat memberikan keterangan terkait dampak gempa tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 6,3 SR terjadi dengan koordinat episenter pada 6,19 Lintang Selatan dan 142,46 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 177 km arah timur Kota Ninati, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, pada kedalaman 12 kilometer.

“Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi dirasakan kuat dalam skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI) di sekitar episenter gempa yaitu Kota Dofasi, Mogulu dan Koroba, Papua Nugini,” katanya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Merauke dengan intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI), di mana jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas New Guinea Highland (NGH) Fold and Thrust Belt.

“Berdasarkan peta tatanan tektonik, di wilayah Papua Nugini terdapat zona tumbukan lempeng tektonik Pasifik dan Indo-Australia, hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik (Thrust Fault),” kata Riyadi.

Gempa yang baru saja terjadi itu merupakan salah satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) yang cukup besar dari gempa yang terjadi pada tanggal 26 Februari 2018.

Dengan demikian masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Boven Digoel dan Merauke dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : Antara

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge