0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

PT RUM Akui Masih Ada Bau, Ini Penjelasannya

Kapolda Jateng dan jajaran bersama bupati dan pimpinan PT RUM berdiskusi di Mapolres Sukoharjo (foto: Putra Kurniawan)

Sukoharjo — Sejumlah wilayah di Kecamatan Nguter paska penghentian aktifitas produksi PT Rayon Utama Makmur (RUM) masih muncul bau yang selama ini dikeluhkan warga. Kondisi ini memicu pertanyaan warga apakah pabrik benar-benar tutup atau masih melakukan produksi diam-diam.

“Masih ada bau sama seperti sebelum ditutup setelah dinyatakan tutup sejak 24 Februari kemaren dan baunya masih menyengat seperti biasanya. Apakah pabrik sudah tutup atau tidak sebenarnya, kami ingin tahu kebenarannya,” kata salah satu warga di wilayah Kecamatan Nguter, Sujarno, Rabu (28/2).

Setelah mendapati fakta tersebut, sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi kepada pohak perusahaan yang memproduksi serat rayon tersebut. Pihak manajemen menyatakan pabrik sudah berhenti produksi total sejak Sabtu (24/2) lalu, namun bau yang timbul akibat dari proses pembersihan tangki mesin produksi.

Selain itu, pihak PT RUM juga mengakui masih ada bahan baku yang datang karena sudah kontrak sejak awal, sehingga proses pengiriman terus berjalan. Namun demikian, pihaknya membantah kalau bahan produksi itu digunakan untuk produksi paska Sabtu (24/2) lalu, namun hanya disimpan di gudang karena sudah dibeli dan tidak bisa dikembalikan.

“Memang masih ada bahan baku yang datang karena setiap produksi itu kita beli bahan jauh-jauh hari dan proses pengiriman terus berlangsung. Namun saya tegaskan tidak digunakan untuk produksi, bisa dicek dan warga yang ingin melihat juga kita persilahkan untuk melihat proses perbaikan dan upaya yang kita lakukan,” tandas HRD PT RUM, Haryo.

Dan selama berhenti produksi, pihak PT RUM menyatakan sedang melakukan perbaikan di seluruh mesin produksi untuk menghilangkan masalah yang terjadi selama ini. Atas rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup, PT RUM menunjuk ahli limbah dan lingkungan dari Surabaya khusus menangani limbah gas dan cair yang selama ini menghantui warga.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge