0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pajak Ganda? Ini Jawaban DJP

Kakanwil DJP Jateng 2 dan Kepala KPP Pratama Sukoharjo memberikan keterangan pers (foto: Putra Kurniawan)

Solo Baru — Keresahan masyarakat terkait beredarnya isu adanya pajak ganda  yang terjadi selama ini mendapat tanggapan dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jateng II. Ada dua jenis pajak, yang pertama pajak daerah yang meliputi harta kekayaan wajib pajak, dan pajak negara yang meliputi penghasilan wajib pajak.

“Kita ambil contoh kendaraan, pajak kendaraan masuk ke kas daerah untuk pembangunan daerah, sedangkan yang menjadi pajak negara itu adalah penghasilan atau yang digunakan untuk membelinya. Kalau penghasilannya sudah dipotong pajak oleh instasinya sudah tidak ada kewajiban lagi, jadi ini beda obyeknya,” kata Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu, Rabu (28/2).

Sementara itu, penerimaan pajak Kanwil DJP Jateng II pada tahun 2018 ditarget sebesar Rp 12,5 Triliun atau meningkat sekitar 25 persen dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 9,99 Triliun. Target ini optimis akan dicapai mengingat di wilayah Kanwil II Jateng ada sejumlah kabupaten yang dimungkinkan terjadi investasi baru.

Selain adanya sejumlah daerah yang mengalamI pertumbuhan invertasi, juga dipengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Masih ditambah lagi adanya keterbukaan perbankan di tahun 2018 yang akan dimulai pada Bulan April untuk tingkat nasional, dan September untuk tingkat internasional, dipastikan berpengaruh besar terhadap penerimaan pajak.

“Untuk saat ini tingkat kepatuhan wajib pajak terutama orang pribadi dan pelaku usaha UMKM meningkat cukup signifikan, sehingga mengindikasikan pertumbuhan ekonomi membaik. Dengan kondisi ini kita optimis bisa merealisasikan target di 2018, dengan melihat kondisi yang ada dan program yang terus kami kerjakan paska adanya tax amnesty kemarin,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge