0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ketua MUI Sampaikan Kondisi Kesehatan Baasyir ke Presiden

KH Ma'ruf Amin (sumber: mui.or.id)

Timlo.net – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menginformasikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait menurunnya kesehatan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir. Ma’ruf juga mengaku telah menyampaikan kepada Jokowi agar Baasyir bisa dirujuk untuk berobat ke rumah sakit.

“Beliau setuju. Bagaimana Baasyir di rawat di rumah sakit,” kata KH Ma’ruf Amin usai diterima Presiden di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/2).

Namun, Ketua MUI ini tidak menyampaikan harus dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak pemerintah ke mana Baasyir dirawat.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyetujui permintaan Ketua MUI Ma’ruf Amin bahwa Ustad Baasyir dirujuk ke RSCM.

Tengku mengatakan bahwa Baasyir dibebaskan untuk berobat, bukan dibebaskan pulang ke rumahnya serta meminta adminitrasi rujukannya tidak berbelit-belit.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengatakan Dirjen Pemasyarakan (PAS) telah menyetujui permohonan berobat Ustad Abu Bakar Baasyir ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Rujukan berobat ke RSCM Ustadz Abu Bakar Baasyir disetujui oleh Dirjen PAS dan untuk pelaksanaanya berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” kata Ade Kusmanto kepada Antara di Jakarta.

Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil telaah medis bahwa Ustadz Baasyir di diagnossa menderita sakit “CVI” (chronic venous insufienci), yaitu keadaan kelainan pada pembuluh darah vena.

“Dan tindak lanjut perawatannya dapat dilaksanakan di RSCM dengan berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan PP 32 tahun 1999 tentang syarat dan tatacara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan pasal 14 ayat (1) bahwa setiap narapidana dan anak didik pemasyarakatan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Sedangkan pada Pasal 15 ayat (1) menyebutkan pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter lapas dan Pasal 16 ayat (3) menyebut apabila hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan adanya penyakit menular atau membahayakan maka penderita dirawat secara khusus.

Sementara untuk Pasal 17 ayat (1) disebutkan dalam hal penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter lapas memberikan rekomendasi kepada kepala Lapas agar pelayanan kesehatan dilakukan di RSU pemerintah di luar Lapas.

“Karena Ustad Baasyir berada di wilayah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat maka sesuai surat edaran Dirjenpas no.Pas.25.8.pk.01.07.01 tahun 2017 bahwa pelaksanaan rujukan terenncana bagi Ustadz Baasyir wajib meminta persetujuan Dirjenpas melalui Kakanwil Kemenkumham Jabar,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, Dirjen PAS sudah menyetujui pelaksanaan rujukan terencana berobat Ustad Baasyir ke RSCM.

Sumber: Antara

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge