0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

MAKI Ajukan Praperadilan Lantaran Negara Dirugikan Rp 450 Miliar

Perwakilan MAKI Kota Solo menyerahkan berkas dugaan korupsi pemberian pinjaman PT Bank Mandiri kepada debitur PT CSI Serang, Banten, Jawa Barat dengan total kerugian mencapai Rp 450 miliar  (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan praperadilan melawan Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo terkait dugaan korupsi pemberian kredit Bank Mandiri Solo kepada PT Central Steel Indonesia (CSI) Serang, Banten, Jawa Barat, Selasa (27/2) siang. Penyerahan berkas praperadilan dilakukan oleh anggota MAKI Solo Boyamin dan Sigit N Sudibyanto kepada PN Solo yang diwakili Panitera Muda PN Solo, Hendra Bayu.

“Praperadilan yang kami ajukan ini untuk mendesak Kejagung dan Kejari Solo menindaklanjuti dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dengan memberikan kredit kepada PT CSI senilai Rp 450 miliar,” terang Boyamin, usai menyerahkan berkas praperadilan di PN Solo.

Praperadilan yang diajukan tersebut merupakan kali kedua dilakukan. Sebelumnya, tahun 2016 lalu pihaknya telah mengajukan praperadilan melawan Kejagung dan Kejari Solo dengan kasus yang sama terkait dugaan korupsi pemberian kredit oleh Bank Mandiri terhadap PT CSI. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu kasus tersebut menetapkan dua orang sebagai terdakwa yakni Erika Widiyanti Liong selaku Direktur Utama (Dirut) PT CSI dan Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias Aping selaku Manager PT CSI.

Menurut Boyamin, kedua orang tersebut hanyalah pion dan masih ada tersangka lain sebagai aktor utama dibalik kasus tersebut.

“Praperadilan pertama tahun 2016 lalu telah ditindaklanjuti dengan memproses kedua terdakwa itu di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Saat ini masih proses berjalannya perkara di persidangan. Tapi keduanya hanyalah pion dan ada aktor intelektual dibalik dua terdakwa itu,” jelas Boyamin.

Aktor intelektual yang dimaksud Boyamin dalam kasus tersebut, adalah petinggi Bank Mandiri dan sejumlah direksi pemegang saham. Bahkan, dalam kasus tersebut mereka sama sekali belum tersentuh oleh hukum.

“Maka dari itu, kami ajukan kembali praperadilan dengan kasus yang sama yang membidik Weng Jian Ping alias Rudi Salim, Tan Ie Caw, Goeij Siauw Hung alias Uung dan Nadia Kristianto. Mereka adalah oknum PT Bank Mandiri serta direksi pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,” jelas Boyamin.

Terkait praperadilan yang telah didaftarkan ke PN Kota Solo tersebut, pihaknya berharap segera ditindaklanjuti mengingat jumlah kerugian negara yang sangat besar mencapai Rp 450 miliar.

Sementara itu, Panitera Muda PN Kota Solo, Hendra Bayu mengatakan, pihaknya telah menerima berkas praperadilan dari MAKI dengan nomor register 01/Pid.Prap/2018/PN.SKA.

“Telah kami terima dan akan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” katanya singkat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge